Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
7 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
8 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
21 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
19 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
19 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
10 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kesimpulan Polisi: Motif Pembunuhan IRT di Pelalawan Diduga Perampokan

Kesimpulan Polisi: Motif Pembunuhan IRT di Pelalawan Diduga Perampokan
Korban saat dievakuasi.
Rabu, 20 Februari 2019 16:47 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Polisi menyebut motif pembunuhan Lerita (40) terkait perampokan. Korban dibunuh di areal PT CDSL Blok A, Kelurahan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Selasa (19/2/2019) pagi, mayatnya ditemukan tertelungkup di kanal.

"Motifnya sementara perampokan," kata Kapolsek Bandar Sei Kijang, AKP Yusuf Purba, kepada GoRiau, Rabu (20/2/2019).

Dijelaskannya, menurut keterangan anak korban yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar (SD) pelaku menggunakan sebo, jaket hitam dan memakai topi. Diperkirakan jumlah pelaku lebih dari satu orang.

"Motor yang dikendarai korban tidak dibawa pelaku, tapi plastik asoi yang berisi ponsel milik korban hilang. Korban berprofesi sebagai tukang kredit," katanya.

Dijelaskan AKP Yusuf sebelumnya, awalnya ibu rumah tangga (IRT) ini pergi untuk mengantarkan anaknya pergi ke sekolah di SDN 001 Bandar Sei Kijang.

"Korban berboncengan dengan anaknya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 2524 FE," ungkapnya.

Lanjutnya, tak lama kemudian anak korban pulang ke rumah yang berjarak 1 Km dari lokasi kejadian dengan diantar warga. "Anak korban kemudian menceritakan kepada ayahnya bahwa ibunya jatuh dipukul orang," jelasnya.

Dijelaskan AKP Yusuf lagi, suami korban kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mendapati sepeda motor yangbdigunakan korban dalam kondisi rebah di pinggir kanal, namun korban blm ditemukan. Suami korban bersama warga berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

"Setelah dilakukan pencarian selama 1 Jam akhirnya korban berhasil ditemukan warga di dalam kanal berisi air sedalam 30 cm dengan kondisi terelungkup dan sudah meninggal dunia," terangnya.

Kapolsek mengatakan, menurut keterangan suami korban, saat pergi korban membawa sejumlah uang dan ponsel. "Barang-barang inilah yang dibawa pelaku," pungkasnya, kepada GoRiau.*


wwwwww