Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
5 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
23 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
12 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
8 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
6
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kesimpulan Polisi: Motif Pembunuhan IRT di Pelalawan Diduga Perampokan

Kesimpulan Polisi: Motif Pembunuhan IRT di Pelalawan Diduga Perampokan
Korban saat dievakuasi.
Rabu, 20 Februari 2019 16:47 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Polisi menyebut motif pembunuhan Lerita (40) terkait perampokan. Korban dibunuh di areal PT CDSL Blok A, Kelurahan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Selasa (19/2/2019) pagi, mayatnya ditemukan tertelungkup di kanal.

"Motifnya sementara perampokan," kata Kapolsek Bandar Sei Kijang, AKP Yusuf Purba, kepada GoRiau, Rabu (20/2/2019).

Dijelaskannya, menurut keterangan anak korban yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar (SD) pelaku menggunakan sebo, jaket hitam dan memakai topi. Diperkirakan jumlah pelaku lebih dari satu orang.

"Motor yang dikendarai korban tidak dibawa pelaku, tapi plastik asoi yang berisi ponsel milik korban hilang. Korban berprofesi sebagai tukang kredit," katanya.

Dijelaskan AKP Yusuf sebelumnya, awalnya ibu rumah tangga (IRT) ini pergi untuk mengantarkan anaknya pergi ke sekolah di SDN 001 Bandar Sei Kijang.

"Korban berboncengan dengan anaknya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 2524 FE," ungkapnya.

Lanjutnya, tak lama kemudian anak korban pulang ke rumah yang berjarak 1 Km dari lokasi kejadian dengan diantar warga. "Anak korban kemudian menceritakan kepada ayahnya bahwa ibunya jatuh dipukul orang," jelasnya.

Dijelaskan AKP Yusuf lagi, suami korban kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mendapati sepeda motor yangbdigunakan korban dalam kondisi rebah di pinggir kanal, namun korban blm ditemukan. Suami korban bersama warga berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

"Setelah dilakukan pencarian selama 1 Jam akhirnya korban berhasil ditemukan warga di dalam kanal berisi air sedalam 30 cm dengan kondisi terelungkup dan sudah meninggal dunia," terangnya.

Kapolsek mengatakan, menurut keterangan suami korban, saat pergi korban membawa sejumlah uang dan ponsel. "Barang-barang inilah yang dibawa pelaku," pungkasnya, kepada GoRiau.*

wwwwww