Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
19 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
19 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
15 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
4
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
17 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
5
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
9 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
6
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
22 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mei, Seluruh Penyaluran Rastra di Riau Bakal Diganti dengan Bantuan Pangan Non Tunai

Mei, Seluruh Penyaluran Rastra di Riau Bakal Diganti dengan Bantuan Pangan Non Tunai
Suasana FGD Strategi Perluasan Bantuan Pangan Non Tunai di Kantor BI Perwakilan Riau.
Jum'at, 22 Februari 2019 12:38 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) pangan, baik dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun beras sejahtera (Rastra) di Provinsi Riau diharapkan tepat sasaran dan berjalan lancar. Apalagi Rastra akan dialihkan menjadi BPNT pada tahun ini.

Berkaitan dengan hal itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau memfasilitasi Satgas Pengamanan dan Gakkum Distribusi Bantuan Sosial (Bansos) untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang strategi perluasan BPNT.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, bahwa peranan seluruh stakeholder dalam proses penyaluran bantuan sangat diperlukan, termasuk juga dengan bekerjasama dan menggandeng kepolisian.

"Bantuan ini kan program nasional yang harus kita laksanakan dan kawal. Hari ini kita diskusi untuk melihat beberapa aspek yang berorientasi di daerah, seperti apa kendalanya saat penyaluran bantuan untuk evaluasi. Jadi ke depannya semakin baik lagi," kata Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (22/2/2019).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Wakapolda, Brigjen Pol Wahyu Widada. Menurutnya, pembentukan satgas pengamanan dan gakkum distribusi Bansos serta pelaksanaan kegiatan FGD ini, bertujuan untuk menginventarisir permasalahan penyaluran bansos yang ada di lapangan, baik yang dihadapi perbankan, dinas sosial (dissos), maupun tenaga pendampingnya.

"Kita serap dari keluh kesah selama penyaluran bansos, apa masalahnya. Dari situ kita bentuk tim teknis kecil untuk memberikan solusi. Ini kita niatkan supaya bantuan dari pemerintah itu tepat sasaran dan tepat waktu. Makanya judul diskusi ini strategi perluasan penyaluran bantuan pangan non tunai," kata Brigjen Pol Wahyu Widada.

Sementara itu, Kepala Dissos Provinsi Riau, Dahrius Husein mengatakan, bahwa pada bulai Mei mendatang, penyaluran rastra di seluruh kabupaten dan kota akan dihentikan dan diganti dengan bantuan berupa uang kepada setiap keluarga penerima manfaat (KPM).

"Rastra diganti dengan bantuan pangan non tunai. Sekarang baru Pekanbaru, Dumai dan Kuansing yang sudah pakai kartu. Masih ada sembilan daerah lagi yang akan menyusul penggantian dari rastra ke kartu bantuan pangan non tunai. Rencananya Mei sudah terealisasi," kata Dahrius. (advertorial)


wwwwww