Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Jokowi Perintahkan Kapolri Hukum Penyebar Hoax Door to Door, Maksudnya Apa Ya?

Jokowi Perintahkan Kapolri Hukum Penyebar Hoax Door to Door, Maksudnya Apa Ya?
Kamis, 28 Februari 2019 21:39 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan instruksi ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas pelaku yang menyebar hoax dari pintu ke pintu.

Tidak dijelaskan, apakah penyebar hoax door to door (dari pintu ke pintu) yang dimaksud adalah tiga perempuan yang viral di media sosial atau bukan. Sebab, ketiga perempuan yang diduga sebagai pendukung Prabowo, mendatangi rumah-rumah.

Dalam video yang viral itu, mereka menyebut bahwa jika Jokowi terpilih lagi maka tidak akan ada azan lagi. Juga, jika calon patahana itu terpilih, akan dilegalkan pernikahan sesama jenis. 

"Sehingga tegas saya sampaikan kepada Kapolri tindakan hukum tegas harus diberikan kepada siapa pun yang mengganggu persatuan bangsa kita dengan cara-cara menyebar hoaxdari pintu ke pintu di media sosial," ujar Presiden Jokowi, di Harlah ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 28 Februari 2019.

Jokowi menegaskan, persoalan ini tidak lain karena menjelang Pilpres 2019 yang dihelat 17 April 2019. Maka, lanjutnya, harus ditindak dengan proses hukum yang tegas. 

"Kelihatannya akan, kalau kita enggak tegas, enggak merespons akan semakin merebak di mana-mana," kata Jokowi.

Maka dari itu, ia juga mengharapkan agar semua elemen masyarakat ikut menangkal cara cara hoax seperti dari pintu ke pintu. 

Jokowi mengatakan, semua pihak harus merespons kalau ada cara-cara seperti ini. Karena berbahaya untuk persatuan dan kerukunan bangsa. "Karena modal besar kita aset terbesar kita, persatuan, kerukunan, persaudaraan, kita terganggu masalah ini. Bukan masalah sepele. Hati-hati," kata Jokowi. 

Seperti diketahui, tiga perempuan di Jawa Barat yang menyebut akan ada pernikahan sejenis dan dilarang azan kalau Jokowi jadi lagi, kini sudah ditahan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf melaporkan ke persoalan pidana.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww