Loading...    
           
Teropong Senayan Award

Benny Ramdhani Persembahkan Award Miliknya pada 3 Pihak, Nama Robertus Roberts Pun Disebut

Benny Ramdhani Persembahkan Award Miliknya pada 3 Pihak, Nama Robertus Roberts Pun Disebut
Anggota DPD RI, Benny Rhamdani saat menghadiri TeropongSenayan Award. (GoNews.co)
Kamis, 07 Maret 2019 21:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aktivis Kamisan, Robertus Robert ditangkap polisi, pada Kamis 07 Maret 2019. Anggota DPD RI, Benny Rhamdani mempersembahkan penghargaan yang baru saja Ia dapat di acara "Teropong Senayan Award" untuk Robertus.

"Saya persembahkan award ini untuk teman satu angkatan 98 yang telah mendapatkan perlakuan tidak layak dengan segala tuduhan," kata Benny di sela acara "Teropong Senayan Award" di Jakarta, Kamis (07/03/2019).

Selain untuk Robertus, politisi Hanura itu juga mempersembahkan awardnya untuk masyarakat Indonesia timur, "yang hingga saat ini tengah berjuang atas salah urus negara selama 72 tahun dimana ketimpangan antara wilayah barat dan timur Indonesia itu kan sangat terasa,".

Saya juga persembahkan award ini kata Benny, untuk para petani. "Mereka adalah orang-orang miskin yang membutuhkan tanah yang tanahnya dirampas selama 72 tahun oleh segelintir orang di republik ini,".

Seperti diberitakan, salah satu media pers nasional, Teropong Senayan, tengah menggelar acara penghargaan untuk para wakil rakyat di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (07/03/2019) malam.

Dalam ajang bernama " Teropong Senayan Award" itu, Benny Rhamdani termasuk salah satu wakil rakyat yang menerima penghargaan (award).

Sekedar pengingat soal Robertus, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu ditangkap polisi pada Kamis (7/3) pukul 00.30 WIB dengan dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Dugaan tindak pidana tersebut terkait dengan aksi dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu; melakukan penghinaan melalui nyanyian terhadap institusi TNI, saat Ia berorasi di depan Istana Negara pada Aksi Kamisan, 28 Februari 2019 lalu.

Penangkapan Robertus, berdasarkan pada surat nomor LP/A/0288/I/2019/Bareskrim, tanggal 06 Maret 2019. Ia dijerat dengan Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Sebab video dari aksi Robertus tersebut viral secara daring. Hingga hari ini Kamis (70/03/2019), Robert masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri.***


       
        Loading...    
           
wwwwww