Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
23 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
7 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
8 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
52 menit yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Sepakbola Piala Presiden 2019

Aksi Boikot Suporter Sleman Berakhir

Aksi Boikot Suporter Sleman Berakhir
Jum'at, 08 Maret 2019 17:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SLEMAN - Klub PSS Sleman mendapatkan tambahan "amunisi" saat melawan Borneo FC dalam lanjutan babak penyisihan Grup D Turnamen Sepakbola Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Tambahan amunisi yang dimaksud adalah berakhirnya aksi boikot yang dilakukan salah satu kelompok suporter mereka, Brigata Curva Sud (BCS).

Situasi itu tentu bakal melipatgandakan semangat tim kebanggaan masyarakat Bumi Sembada. Apalagi PSS wajib menang agar membuka peluang lolos ke babak selanjutnya.

Aksi boikot tersebut usai setelah sejumlah pihak menggelar pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (7/3/19) malam.

Selain bupati Sri Purnomo, turut hadir CEO PT PSS, Soekeno, jajaran direksi, lalu Retno Sukmawati (manajer tim), Ery Febryanto (asisten manajer), dan perwakilan BCS, Jaguar Tominangi.

Pertemuan itu dilanjutkan komitmen semua pihak dengan penantanganan Nota Kesepahaman oleh Soekeno dan Jaguar.

Soekeno menjelaskan jika PT membutuhkan akselerasi, kesabaran, perjuangan, dan bertekad tidak menjadikan tim sebagai pecundang.

"Kami tidak mau PSS Sleman hanya numpang lewat (di kompetisi Liga 1). Kami bekerja maksimal dalam membangun tim ini," ujar Soekeno.

Sementara Jaguar mengapresiasi respons positif dari PT PSS. Menurutnya, tuntutan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan suporter, namun lebih agar tim Super Elang Jawa lebih berprestasi.

"BCS menyadari ada yang tidak bisa dilaksanakan dalam sekejap, seperti pengadaan mes dan lapangan. Namun komitmen dan progres yang sudah ditunjukkan PT perlu apresiasi," ungkap pria yang biasa disapa Jenggo itu.

Sebelumnya, BCS memberikan delapan tuntutan kepada PT Putra Sleman Sembada (PSS) dan manajemen untuk adanya perbaikan dalam segala hal. Mulai program pembinaan dan akademi usia muda, mes untuk pemain, lapangan untuk berlatih, marketing, serta bussines development. ***


wwwwww