Debat Pilpres Belum Memuaskan, Erico Sutarduga Ungkap Pernah Ajukan Ini pada KPU

Debat Pilpres Belum Memuaskan, Erico Sutarduga Ungkap Pernah Ajukan Ini pada KPU
Diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Menakar Efektivitas Debat Cawapres dalam Meraih Suara' yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/03/2019).
Kamis, 14 Maret 2019 17:50 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar

JAKARTA - Anggota Fraksi PDIP, Erico Sutarduga mengakui bahwa Debat Pilpres 2019 yang sudah dua kali dihelat, belum memuaskan dahaga publik terhadap informasi tentang Capres/Cawapres yang berkompetisi.

Erico menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Menakar Efektivitas Debat Cawapres dalam Meraih Suara' yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/03/2019).

"Kita harus apa adanya, bukan mau mengatakan ini jelek, tidak. Tapi kita kan harus kritik," kata Erico.

Erico bahkan mengaku, pernah memberi usulan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI agar Debat Pilpres lebih elaboratif.

"Sebenarnya, saya sudah mengusulkan secara kongkrit pada awal Oktober 2018 bahkan bersama komisioner KPU di salah satu media televisi, saya sampaikan bahwa hal-hal seperti ini yang membuat menarik itu adalah kalau media televisi diberikan sedikit banyak kebebasan," tutur Erico.

Hal menarik yang dimaksud Erico adalah, menjadikan media jurnalistik sebagai pelaksana elaborasi sisi-sisi krusial dari Capres/Cawapres 2019, sebelum Debat resmi dari KPU digelar.

"Katakanlah 2 kali satu minggu, satu jam sampai satu jam setengah, tentu media televisi atau media online dan tahu cara menyajikan yang terbaik," kata Erico.

Sebagai pengingat, Debat Pilpres 2019 tengah menyongsong gelaran yang ketiga kalinya. Debat ketiga akan berlangsung di The Sultan Hotel, Jakarta pada Minggu (17/03/2019). Debat antar cawapres itu akan mengangkat tema Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Budaya dan dipandu oleh Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww