MPR Kecam Keras Teroris Brutal di New Zealand

MPR Kecam Keras Teroris Brutal di New Zealand
Jum'at, 15 Maret 2019 16:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin turut berduka atas meninggalnya puluhan orang yang menjadi korban aksi penembakkan di Masjid, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019.

"Innalillahi wainna ilaihy rojiuun. Telah meninggal dunia 40 orang di masjid al nur New Zealand, korban kebrutalan yang dilakukan orang jahat, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan kuat, dan yang meninggal husnul khotimah.Kita sangat berduka, terimakasih PM NZ yang tegas," kata Cak ImiN, Jumat (15/3/2019).

Ketua Umum DPP PKB itu mengecam atas tindakan tak manusiawi tersebut. Ia juga mengapresiasi Perdana Menteri Selandia Baru yang telah berupa untuk menindak pelaku tersebut.

“Kita mengecam keras teroris bangsat di New Zealand. Terimakasih PM NZ yang bekerja keras menindak teroris dan mengamankan saudara-saudara kita,” kecam Cak Imin.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi aksi penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru sekira pukul 13.45 waktu setempat, Jumat 15 Maret 2019. Akibat kejadian ini, puluhan jemaah yang sedang melaksanakan sholat Jumat meninggal dunia dan luka-luka.

Polisi New Zealand, sudah menangkap terduga pelaku rangkaian dua penembakan di Masjid An-Nur atau An Noor dan Masjid Linnwood, di pusat kota Catenbury, Christchurch , New Zaeland, Jumat (15/3/2019), siang, atau pagi waktu Indonesia.

Dimana dalam kejadian ini, setidaknya ada 30 korban meninggal dunia, dan 50 lainnya dilaporkan terluka atas insiden liar, berdarah, dan berbau SARA ini.

Jumlah korban dilaporkan terus bertambah. Sebagian besar korban kini dirawat di rumah sakit. Mereka terluka satu hingga dua tembakan.

Masjid An-Nur adalah pusat ibadah dan sosial komunitas Muslim di negara bagian New Zealand itu. Alamatnya di Jl Deans Avenue No 101, Christchurch, New Zealand, sekitar 50 meter dari taman kota Christchurch, Hegley Park.

Polisi melaporkan sudah menangkap tiga palaku, dua pria dan satu wanita. Diduga keduanya punya hubungan emosional yang kuat.

Pelaku ditangkap hanya sekitar 30 menit setelah kejadian di kawasan Sydneyham, Jalan Brougham, sekitar 3,4 km dari tempat kejadian perkara.***


wwwwww