Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
14 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
2
Inikah 'New Normal' di DPR? Penggunaan 'Smartcard' dan Penerapan 'Paperless'
DPR RI
11 jam yang lalu
Inikah New Normal di DPR? Penggunaan Smartcard dan Penerapan Paperless
3
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
15 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
4
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
5
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi
Politik
13 jam yang lalu
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi
6
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
15 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Nobar Debat di BPN, Komunitas Ojek 'Online' Kecewa Soal Janji Regulasi Jokowi

Nobar Debat di BPN, Komunitas Ojek Online Kecewa Soal Janji Regulasi Jokowi
Komunitas Ojol saat nobar debat di BPN. (Muslikhin/GoNews.co)
Senin, 18 Maret 2019 00:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Puluhan komunitas ojek online (ojol) yang juga relawan pasangan calon nomor urut 02, turut meramaikan acara nobar debat yang digelar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Acara nonton bareng (nobar) debat ketiga pemilihan presiden (Pilpres) 2019 itu digelar di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Sejumlah tukang ojek online menyuarakan alasannya menjatuhkan pilihan pada kandidat 02.

"Saya sengaja mendukung Prabowo-Sandiaga karena pemerintah saat ini gagal dalam semua bidang, terutama soal regulasi transportasi ojek online," papar Sekjen Komite Aksi Transportasi Online (KATO) Yudi, Mingu (17/3).

Menurut Yudi, pemerintahan Joko Widodo pernah menjanjikan kepada seluruh tukang ojek online akan mewujudkan regulasi ojol yang berkeadilan.

Namun, lanjut dia, pada faktanya sampai saat ini janji itu tidak kunjung terwujud. Tak hanya itu, pemerintahan Jokowi juga menurutnya telah melakukan kesalahan besar.

Sebab, hasil pertemuan sejauh ini antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak aplikator kurang mengakomodasi kepentingan tukang ojek. "Dan hasil (pertemuan itu) tidak mengakomodir kami selalu ojol," tutur Yudi.

Debat cawapres yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada malam ini mengusung sejumlah tema penting. Yaitu Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Budaya Debat ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) malam WIB.***


wwwwww