Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
14 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
2
Inikah 'New Normal' di DPR? Penggunaan 'Smartcard' dan Penerapan 'Paperless'
DPR RI
11 jam yang lalu
Inikah New Normal di DPR? Penggunaan Smartcard dan Penerapan Paperless
3
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
15 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
4
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
5
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi
Politik
13 jam yang lalu
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi
6
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
16 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Sindir Ma'ruf Amin, Sandiaga: Tidak Perlu Banyak Kartu, Cukup e-KTP

Sindir Maruf Amin, Sandiaga: Tidak Perlu Banyak Kartu, Cukup e-KTP
Senin, 18 Maret 2019 00:09 WIB
JAKARTA - Di akhir debat ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019), cawapres diberikan kesempatan untuk berbicara selama empat menit.

Sandiaga Uno mendapat kesempatan pertama. Dia mengatakan tidak perlu banyak kartu untuk masyarakat.

Dia mengeluarkan dompet dari saku celananya dan mengeluarkan eKTP atau KTP elektronik. Serentak para pendukungnya yang hadir, ikut menunjukkan eKTP dengan mengangkat tangannya.

"Mari kita ambil dompet kita masing-masing, dompet kita keluarkan, ibu-ibu yang di rumah terutama, bapak-bapak, semua, anak muda, keluarkan satu kartu yang sudah semua kita miliki, yaitu Kartu Tanda Penduduk, KTP," ucap Sandi.

Menurut Sandi, di dalam eKTP terdapat chip yang mengandung satu nomor induk. Ada teknologi di situ.

"Ini super canggih, sudah memiliki chip teknologi di dalamnya. Revolusi indsutri 4.0 memudahkan dengan big data, semua fasilitas layanan, baik ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, semua Rumah Siap Kerja bisa diberikan. PKH, kita akan tambah jadi PKH plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini. Ini menjadikan kartu kami," tegas Sandi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:inilah.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww