Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

BPN Desak Pembentukan TPF Kejahatan Pemilu 2019

BPN Desak Pembentukan TPF Kejahatan Pemilu 2019
Senin, 29 April 2019 21:35 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Koordinator Juru Bicara BPN 02, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, kesalahan input di Situng KPU memasuki level serius, sehingga penting untuk dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Kejahatan Pemilu.

"Melihat besarnya prosentase kesalahan input, maka tuntutan untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Kejahatan Pemilu dengan agenda utama audit forensik Situng KPU sangat mendesak," kata Dahni di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (29/04/2019).

Menurut Dahnil, TPF Kejahatan Pemilu sangat diperlukan untuk menjaga kualitas demokrasi dari hal-hal teknis yang diragukan dan membuat sistem itu (Situng KPU) tidak dipercaya oleh publik.

Sebelumnya-di tempat yang sama, Koordinator Relawan IT BPN 02, Mustofa Nahrawardaya mengungkapkan, telah ditemukan ribuan kesalahan input di Sistem Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Relawan IT BPN 02, meneliti situng KPU selama 3 hari atau terhadap 172.174 TPS dari 404.290 TPS yang rekapnya sudah masuk ke Situng KPU, atau sebanyak 42% dari total jumlah TPS yang datanya sudah masuk tersebut. Dari total data TPS yang sudah diverifikasi, ditemukan data eror sebanyak 6%.

Kesalahan terbesar, berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan presentase masing-masing; Jabar, 764 TPS (8%), Jateng 706 TPS (7,4%), dan Jatim sebanyak 385 (4%). Jika dijumlah, total kesalahannya mencapai 19,4 persen dan menguntungkan paslon 01.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww