Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Riau

Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Caleg DPD Riau Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Caleg DPD Riau Dilaporkan ke Bawaslu
Jum'at, 03 Mei 2019 14:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau berinisial 'E' dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau dengan tuduhan penggunaan ijazah palsu.

"Setelah ditelusuri ijazah dia tidak ditemukan ditemukan dalam situs resmi ristekdikti. Padahal terlapor melampirkan ijazah sarjananya di KPU Riau," kata pelapor, Rinaldi, saat memenuhi panggilan dari Gakkumdu Bawaslu Riau pada Kamis (02/05/2019).

Meski ijazah milik 'E' tak terdaftar dan diduga kuat sebahai ijazah palsu, 'E' memang diketahui telah menempuh perkuliahan di kampus tersebut. Tapi, kata Rinaldi, "Di dalam riwayat forlap Dikti, 'E' hanya menyelesaikan 58 SKS saja, sedangkan untuk mendapatkan gelar sarjana di universitas yang di Jakarta tersebut ia harus menuntaskan 86 SKS, termasuk penyusunan skripsi. Ini tidak masuk akal,".

Sebelumnya, Rinaldi mengetahui penggunaan ijazah diduga palsu itu melalui postingan di media sosial. Caleg DPD, 'E' mengunggah ijazahnya di facebook.***

Kategori:PON, Metropolitan, Riau
wwwwww