Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah Setuju KPU Harus Diaudit Menyeluruh

Fahri Hamzah Setuju KPU Harus Diaudit Menyeluruh
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Istimewa)
Senin, 06 Mei 2019 18:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan landasan hukum yang mengatur soal Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam Undang-Undang. Jika landasan hukumya tidak ada, maka sebaiknya Situng diautid secara menyeluruh.

"Apa ada Undang-Undangnya? Kalau tidak ada, maka Situng tidak wajib dilakukan dan harus dihentikan," kata Fahri kepada awak media usai menerima delegasi dokter dan para medis yang tergabung dalam Advokat Senopati 08 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2019) merespon banyaknya kesalahan entri data dalam Situng yang diakui KPU sampai ada 224 kesalahan.

Ia menilai KPU seharusnya dapat mengimbau agar masyarakat dapat bersabar menunggu perhitungan secara manual ketimbang merujuk pada hasil Situng. Sebab ia khawatir kalau Situng tidak mau ditutup, nanti ada yang tak mau datang pada penghitungan.

“Nanti berhitung sepihak nanti," kata imisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) ini seraya juga menyankan agar KPU turut diaudit secara keseluruhan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Fahri menyebut KPU tak hanya perlu diaudit dari sisi keuangan, namun perlu diaudit terkait prosedur dan metode dalam melaksanakan Pemilu serentak 2019 ini. Makanya menurut dia, audit ini gunanya lebih kompleks, lebih komplit dari sekedar audit keuangan, tapi soal prosedur dan metode.

“Kenapa kok bisa ada orang (petugas KPPS) meninggal begitu banyak. Itu semua juga harus dijawab, jangan ada pertanyaan masyarakat yang enggak terjawab," tutur Anggota DPR daei dapil Nusa Tenggara Barat (NRB) itu.***

wwwwww