Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
24 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
2
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
9 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
13 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

Berbeda dengan Demokrat, PAN Sebut Masih Tetap Terikat Kontrak dengan Prabowo

Berbeda dengan Demokrat, PAN Sebut Masih Tetap Terikat Kontrak dengan Prabowo
Sabtu, 11 Mei 2019 19:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengatakan partainya masih terikat kontrak politik dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan hingga saat ini masih komit memegang hal tersebut. Eddy enggan berspekulasi mengenai kabar apakah partai ini akan menyeberang ke koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Nanti koalisi juga akan bersikap ke depannya bagaimana. Saya kira kita sudah punya kontrak politik dengan Pak Prabowo, dengan Pak Sandi," kata Eddy di rumah dinas Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019 kemarin.

Eddy menambahkan, sikap PAN ke depan akan ditentukan sesuai hasil pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang, dan sikap tersebut akan dibicarakan dengan partai koalisi Prabowo-Sandi sebelum diputuskan.

"Hasilnya dulu, setelah itu sikapnya bagaimana, itu nanti kita tentukan langkah selanjutnya," ujar Eddy.

Menurutnya, setelah ada keputusan KPU, Prabowo akan mengumpulkan semua elite partai pendukungnya. Dan akan menentukan ke mana arah koalisi ke depan.

"Ya makanya setelah pilpres ini saya asumsikan bahwa Pak Prabowo nanti akan memanggil seluruh anggota koalisi, ke mana nanti kita berjalan bersama, kita nanti atau ada rencana lain atau masing-masing, kan independensi ya," ujarnya.

Eddy memastikan apa pun yang terjadi koalisi parpol pendukung Prabowo-Sandi akan tetap menjaga silaturahmi.

"Kita nanti akan jaga semangat kebersamaan, kita jaga semangat silaturahmi, kita jaga apa pun hasilnya tapi kami merasa bahwa koalisi ini, saat ini masih punya pekerjaan besar yang harus dituntaskan sebelum tanggal 22 (Mei) nanti," ujarnya.***

wwwwww