Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
Olahraga
23 jam yang lalu
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
2
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
Olahraga
18 jam yang lalu
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
3
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
Olahraga
18 jam yang lalu
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
4
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Olahraga
23 jam yang lalu
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
5
Penuhi Target ke Semifinal Piala Asia U 23, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Tiket ke Paris
Olahraga
13 jam yang lalu
Penuhi Target ke Semifinal Piala Asia U 23, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Tiket ke Paris
6
Cetak Sejarah Baru, Timnas U 23 Indonesia Melaju ke Semifinal Piala Asia U 23
Olahraga
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah Baru, Timnas U 23 Indonesia Melaju ke Semifinal Piala Asia U 23
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengusaha Bus Tidak Setuju Kebijakan Jalur Searah di Tol Trans Jawa saat Mudik

Pengusaha Bus Tidak Setuju Kebijakan Jalur Searah di Tol Trans Jawa saat Mudik
Ilustrasi Bus Sinar Jaya. (dok.GoNews.co)
Senin, 13 Mei 2019 20:54 WIB
JAKARTA - Untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat mudik, pemerintah berencana membuka Tol Trans Jawa secara searah (one way), mulai dari Km 29 Km 262 di Brebes. Kebijakan jalur satu arah ini dijadwalkan pada tanggal 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni 2019.

Meski tujuannya untuk memperlancar arus kendaraan menuju Jawa Tengah, para pelaku bisnis, khususnya dari Perusahaan Otobus menilai rencana ini akan merugikan dunia usaha. Menurut Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) kebijakan one way ini akan populer di kalangan para pemudik, tetapi mengabaikan situasi dan kondisi pelaku usaha.

"Kebijakan pemberlakuan satu arah untuk pemudik di H-6 lebaran yakni mulai 31 Mei hingga 2 Juni berpotensi menghambat angkutan bus masuk ke Jakarta. Padahal di saat yang sama pemerintah memperkirakan hari-hari itu adalah puncak arus mudik.

Membuat Tol Trans Jawa searah hingga 223 Km seperti diungkapkan Badan Pengatur Jalan Tol, akan membuat penumpang bus harus menunggu bus mereka menuju kampung halamannya," tulis IPOMI dalam keterangan resminya, kepada detikcom, Senin (13/5/2019).

IPOMI menilai kebijakan ini kurang menguntungkan bagi pelaku usaha transportasi bus, karena akan membuat bus yang menuju Jakarta akan terhambat dan terlambat datang.

"Ini akan membuat angkutan bus menjadi tidak kompetitif. Sedangkan di beberapa titik, penyebab kemacetan sendiri tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Padahal akar masalah kemacetan adalah karena volume kendaraan yang tinggi, dan bagaimana mengurangi volume kendaraan pribadi yang tinggi sampai saat ini belum terlihat nyata," lanjutnya.

"Pelanggaran pengendara yang kerap memarkirkan kendaraannya di sembarangan tempat dan membuat kemacetan juga tidak pernah diganjar tilang sesuai dengan peraturan yang berlaku, tidak ada efek jera, yang ada pembiaran dan kejadian ini terus berulang dengan alasan, kondisi mudik lebaran," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/