Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
13 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
3
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
11 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
4
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
Politik
14 jam yang lalu
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
5
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
15 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
6
Penerapan New Normal Sekolah, Pemkab Siak Tunggu Petunjuk Pusat
Peristiwa
13 jam yang lalu
Penerapan New Normal Sekolah, Pemkab Siak Tunggu Petunjuk Pusat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Penyebar Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun Diburu Polisi

Penyebar Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun Diburu Polisi
Kamis, 16 Mei 2019 01:43 WIB
BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk menangkap terduga pelaku penyebar hoaks yang menyebutkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal Kota Bandung meninggal karena diracun.

"Kami masih bekerja sama dengan Polda Jateng dari Ditreskrimsus. Jadi tim sudah bergerak," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (15/5).

Pihak Polda Jabar mulai mengendus terduga pelaku pembuat hoaks anggota KPPS meninggal itu berasal dari Jawa Tengah.
Lihat juga: Aktivis 98 Ancam Menginap di KPU Kawal Penghitungan Suara

Namun, menurut Trunoyudo, proses penyelidikan membutuhkan waktu cukup panjang. Sebab pihaknya harus memastikan pelaku penyebar hoaks apakah pembuat atau hanya meneruskan informasi yang ada di media sosial.

"Untuk mendalami dan melihatnya apakah ini akun (yang menyebarkan hoaks) itu meng-create (membuat) langsung atau hanya meneruskan tentu ini butuh penyelidikan dan waktu," kata Trunoyudo.

Trunoyudo menyebutkan, pihak keluarga anggota KPPS yang meninggal sudah menyampaikan laporan. Mereka keberatan atas informasi yang menyesatkan.

"Keluarga sudah berkeberatan dengan adanya informasi tersebut dan juga dugaan yang ingin dilakukan otopsi. Sebenarnya sudah dijelaskan terhadap korban memang kelelahan karena interaksi yang sifatnya pekerjaan," ujarnya.

Sebelumnya, kabar petugas KPPS meninggal dunia karena diracun, menyebar di masyarakat melalui media sosial. Isu tersebut berawal dari unggahan pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali.

Dalam unggahannya, disebutkan anggota KPPS bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracun. Dalam keterangannya, almarhum merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun dan dalam tubuhnya ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang sangat berbahaya.

Pihak keluarga sendiri menyatakan isu tersebut hoaks. Bahkan pihak keluarga sudah melaporkan hoaks tersebut ke polisi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Jawa Barat

wwwwww