Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
10 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
13 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
3
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
13 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
13 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
13 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
17 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Arief Budiman Tak Hadirkan Saksi Alasan Harga Tiket Mahal, Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur di Sidang MK

Arief Budiman Tak Hadirkan Saksi Alasan Harga Tiket Mahal, Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur di Sidang MK
Sabtu, 15 Juni 2019 14:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut menanggapi soal permintaan Ketua KPU yang akan memperbaiki jawaban gugatan pihak BPN. Dimana Arief Budiman kesulitan menghadirkan saksi dengan alasan tiket pesawat mahal.

Menurut Fahri Hamzah, alasan Arief Budiman kesulitan mendapatkan tiket tak masuk akal mengingat KPU notabenenya sebagai penyelenggara Pemilu. "Ini urusan negara, masa susah mendapatkan tiket. Harusnya gratis, tak perlu cari alasan yang aneh-aneh," kritik Fahri di akun Facebooknya, Jumat (14/6) kemarin.

Fahri pun mengaku tak habis pikir dengan alasan yang disampaikan di depan Ketua MK, Anwar Usman tersebut. Sebab, KPU memiliki banyak pilihan moda transportasi jika memang mengindahkan perintah MK.

"Jika ada niat, (menggunakan) kereta api cukup 1 gerbong untuk angkut logistik dari Surabaya. Sehari langsung sampai Jakarta," jelasnya.

"Jangan kalian cari-cari alasan wahai KPU," tegas Fahri.

Atas sikap KPU ini, ia pun mengaku semakin ragu dengan kinerja KPU dalam melaksanakan Pemilu 2019 yang penuh dengan kritikan tajam. Terlebih sebelumnya KPU juga menjadi sorotan publik saat memajukan jadwal penetapan hasil Pilpres pada 21 Mei lalu.

"Dan kita semua menjadi benar-benar sangat ragu dengan KPU pusat, kredibilitasnya hancur setelah di hadapan sidang MK sangat terlihat ketidaksiapannya," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman meminta perpanjangan waktu perbaikan jawaban gugatan Pilpres 2019 lantaran kesulitan mendatangkan saksi KPU dari luar kota mendapat sorotan tajam.

Dalam pernyataan di depan Majelis Hakim MK, Arief mengaku kesulitan mendatangkan saksi dan perangkat kelengkapan KPU lantaran tiket menuju Jakarta sulit didapatkan di masa arus balik lebaran seperti saat ini.***


wwwwww