Home > Berita > Riau

Bantu Guru Ngaji di Kampar yang Terserang Tumor Usus Ganas, Yuk Salurkan Lewat Dompet Peduli GoNews.co

Bantu Guru Ngaji di Kampar yang Terserang Tumor Usus Ganas, Yuk Salurkan Lewat Dompet Peduli GoNews.co
Anton Putra terlihat kurus di tempat tidurnya. (Istimewa)
Sabtu, 15 Juni 2019 01:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PEKANBARU - Dompet Peduli GoNews.co kembali mengetuk para dermawan dan masyarakat khususnya yang berada di Riau, untuk bersama-sama membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah penyakit.

Koordinator Dompet Peduli GoNews.co, Muslikhin Effendy mengatakan, pihak GoNews Group sudah berkomunikasi langsung dengan sang Guru ngaji Anton Putra untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu pengobatannya.

"Setelah berkomunikasi langsung, kami mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu donasi dengan membuka rekening Dompet Peduli GoNews.co. Berapapun hasilnya, nanti akan kita serahkan langsung ke saudara kita Anton," ujarnya, Jumat (14/6/2019) malam.

Menurut Muslikhin, setelah GoNews Group memuat berita dengan judul: Idap Penyakit Tumor Usus Ganas dan Keluarkan Nanah dari Perut, Guru Ngaji dan Imam Masjid di Kampar Butuh Uluran Tangan ada beberapa komunitas yang peduli dengan Anton dan menyatakan siap membantu.

"Ada beberapa komunitas yang sudah menyatakan siap membantu. Bahkan salah satu komunitas dari Pelalawan Riau, akan datang langsung ke kediaman Anton Putra," tandasnya.

"Mudah-mudahan saudara kita Anton bisa lekas jalani operasi dan bisa sembuh seperti sediakala," pungkasnya.

Sebeleumnya diberitakan, seorang guru ngaji sekaligus Imam Masjid di Desa Lubuk Sakat, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Riau, saat ini benar-benar membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pasalnya, guru ngaji bernama Anton Putra tersebut, saat ini memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat. Bahkan menurut keterangan Anton, Ia saat ini butuh sekitar Rp35 juta agar bisa berobat di Rumah Sakit Awal Bross dengan dilakukan terapi sinar (Radiologi).

Pria kelahiran 24 Maret 1984 ini bingung, karena pihak Rumah Sakit Awal Bross tidak bisa menerima dirinya dengan menggunakan BPJS. Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad tempat ia pertama kali berobat, tidak menyediakan alat radiologi tersebut.

"Setelah saya cek darah, rontgen, usg, dan endoscopy (teropong) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru saya baru tahu kalau penyakit saya tumor usus. Hampir setiap hari bengkak di perut saya semakin membesar dan sakit minta ampun, lalu saya disuruh menunggu hasil P.A selama lebih kurang lebih 2 minggu. Akhirnya saya dioperasi," ceritanya, Kamis (13/6/2019).

Namun kata Anton, setelah 3 bulan, tiba-tiba di atas bekas operasi tersebut mulai membengkak lagi dan mengeluarkan nanah setiap hari hingga sekarang. Kondisi saat ini pun Anton masih memrihatinkan, nanah setiap hari keluar. Ia merasakan rasa sakit yang luar biasa, badan kurus dan sering demam.

"Dokter menyarankan untuk di sinar (radiologi), namun alat sinar atau radiologi di RSUD Arifin Ahmad rusak, sedangkan rumah sakit yang memiliki alat sinar di Pekanbaru Hanya rumah sakit Awal Bros. Tapi Awal Bros tidak bisa melalui jalur BPJS dan memerlukan biaya sinar lebih kurang Rp35 juta," tandasnya.

Yang mengejutkannya lagi, Dokter menyarankan untuk sinar selama sebulan lebih atau sekitar 35 kali agar tumor tersebut dapat dimatikan akar atau sel jahatnya sehingga bisa sembuh seperti semula.

Bagi para pembaca GoNews Group (GoNews.co, GoRiau.com, GoSumbar.com, Gosumut.com dan GoAceh.co) yang sudi membantu sang guru ngaji tersebut, bisa langsung datang ke alamat Desa Lubuk Sakat RT 005 RW 003 Kec Perhentian Raja, Kabupaten Kampar.

Atau juga bisa menyisihkan rezekinya melalui donasi ke Dompet Peduli GoNews di Rekenin Mandiri atas nama Muslikhin 1080012721404, dan konfirmasi ke 0812 74665660.***


wwwwww