Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Harimau Sumatera 'Berkeliaran' di Koto Kampar

Harimau Sumatera Berkeliaran di Koto Kampar
Ilustrasi (Int)
Sabtu, 29 Juni 2019 15:33 WIB
PEKANBARU - Jejak harimau sumatera ditemukan di Desa Siberuang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Namun, si belang tersebut belum menunjukkan batang hidungnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Riau, Bintang Hutajulu mengatakan, pihaknya mendapat informasi temuan jejak harimau tersebut dari masyarakat Desa Siberuang.

"Kalau dilihat dari jejaknya, kita memastikan itu harimau sumatera yang sudah dewasa," ujar Bintang Sabtu (29/6/2019).

Meski sudah melihat jejak tersebut, namun BBKSDA belum bisa memastikan jumlah harimau yang berkeliaran di pemukiman warga. Agar masyarakat tetap tenang, tim melakukan sosialisasi dan menyebar sejumlah personel di lokasi tersebut.

"Tim BBKSDA Riau akan memasang perangkap dan kamera pengintai di sekitar lokasi," kata Bintang.

Masyarakat di sekitar lokasi mengeluhkan temuan jejak itu dan merasa sangat khawatir. Sejumlah personel BBKSDA Riau telah turun ke desa itu untuk mendampingi warga.

Menurut Bintang, jejak kaki harimau bukan pertama kali ditemukan di Kampar. Sebab, pada 2018 lalu, jejak kaki harimau juga pernah ditemukan di Desa Muara Takus. Namun harimau itu tak pernah terlihat meskipun telah dipasang kamera pengintai.

"Bukan sekali ini saja. Ada juga jejak harimau di di Muara Takus tahun lalu. Namun belum terlihat harimaunya. Tapi kita tetap menyikapi dengan seriu. Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat," terangnya. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Badminton, Riau, PON, Olympic
wwwwww