Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton
Musornaslub KONI

KONI Provinsi dan Cabor Perjuangkan Muddai Maddang Agar Disahkan

KONI Provinsi dan Cabor Perjuangkan Muddai Maddang Agar Disahkan
Senin, 01 Juli 2019 20:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang digelar KONI Pusat di Jakarta, Selasa (2/7/2019), dipastikan bakal berlangsung alot. Sebab, pendukung Muddai Madang akan berjuang keras agar jagoannya diloloskan untuk bersaing lawan calon lainnya, Marciano Norman pada pemilihan ketua umum KONI Pusat periode 2019-2023.

Sebelumnya, Muddai Madang tak diloloskan tim penjaringan dan penyaringan (TPP) karena syarat administrasinya kurang. Muddai hanya mengumpulkan sembilan dukungan KONI Provinsi, padahal syarat minimal 10 dukungan. Sedangkan dukungan minimal 21 cabang olahraga (cabor-PB/PP) berhasil dipenuhi.

Muddai mempertanyakan klasifikasi dukungan antara KONI provinsi dan cabor. Menurut dia, baik KONI daerah maupun cabor sama-sama anggota KONI Pusat dan memiliki suara pada Musornaslub.

"Dasarnya apa membedakan dukungan cabor dan KONI daerah? Kalau dikatakan harus didukung 30 persen anggota, boleh lah. Mau KONI-nya lima sedangkan cabornya 25, atau cabor lima, KONI-nya 25, tidak apa-apa. Yang benar, persyaratan harus disertai cabor dan KONI, bukan dibatasi," kata Muddai Madang saat memberikan keterangan pers didampingi para pengurus cabor dan KONI provinsi di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Syaiful Yahum menuding ada kejanggalan yang dilakukan TPP selama bertugas. Menurut Syaiful, TPP tak pernah memberikan hasil verifikasi dan validasi kepada Muddai Madang yang dinyatakan tidak lolos administrasi.

"Tapi kenapa surat tidak lolos itu datang dari ketua umum KONI Pusat? Harusnya TPP yang menyurati, lalu nanti diserahkan pada Musornas," kata Syaiful.

Kendati jagoannya dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan, pihaknya tidak gentar. Bersama 40 cabor dan KONI provinsi lainnya, dia bakal berjuang di Musornas agar Muddai diloloskan.

"Kami besok maju dan hadir di forum Musornas. Kami sudah siap dengan apapun caranya agar dukungan Muddai disetujui floor. Karena keabsahan calon disahkan di dalam forum, bukan di luar Munas," tegasnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Seluruh Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu menambahkan, pihaknya akan hadir pada Musornas dengan tujuan untuk membenarkan yang salah, termasuk yang dilakukan TPP. Pihaknya juga akan mempertanyakan independensi TPP mengingat selama ini ada anggotanya yang ikut kampanye oleh calon tertentu. "Artinya dia sudah tidak netral. Kami tetap maju untuk menang," ujar Krisna Bayu. ***

wwwwww