Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Sedikit Memanas, Anggota Komisi III ke pimpinan KPK: Diam, Dengar Saya!

Sedikit Memanas, Anggota Komisi III ke pimpinan KPK: Diam, Dengar Saya!
Senin, 01 Juli 2019 16:54 WIB
JAKARTA - Rapat kerja antara Komisi III DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlangsung panas. Di sela rapat, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw meminta pimpinan KPK untuk mendengarkan dirinya dengan suara keras.

Dia geram dengan penjelasan berbelit dari Wakil Ketua KPK Saut Situmorang soal mekanisme pengaduan perkara kasus korupsi di Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

"Saya mantan penyidik tapi bukan begini kerja penyidik. Bukan begitu, jangan begitu," kata Wenny di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

Wenny menegaskan, pimpinan Komisi III yakni Benny K Harman menanyakan soal proses penerimaan dan pengaduan perkara dari masyarakat, pemilahan, hingga penentuan laporan itu bisa dilanjutkan atau ditolak.

"Dalam proses tadi pimpinan menanyakan bagaimana penerimaan pengaduan perkara. Penyelidik akan melaporkan mana yang diterima mana tidak," tegasnya.

Saut kembali penjelasan soal mekanisme di Dumas. Namun, Wenny tak puas dan meminta Saut kembali mendengarkan dia berbicara. Wenny menanyakan apakah ada buku petunjuk teknis soal mekanisme pengaduan perkara korupsi dari masyarakat.

"Diam, dengar saya. Apakah ada buku petunjuk supaya saya bisa mengikuti apa yang akan bapak sampaikan," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww