Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

Ancaman Buwas ke Mensos: Kalau Mau Ambil dan Kuasai Semua Bansos Silahkan, Saya Mundur dari Bulog

Ancaman Buwas ke Mensos: Kalau Mau Ambil dan Kuasai Semua Bansos Silahkan, Saya Mundur dari Bulog
Selasa, 02 Juli 2019 18:20 WIB
JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengaku siap mundur dari jabatan apabila Bulog tak dilibatkan dalam penyaluran beras Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Menurutnya, apabila Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan mengambil alih keseluruhan penyaluran beras bantuan tersebut ia memilih undur diri dari jabatannya sebagai Dirut Bulog.

"Kalau bisa ambil 100% kegiatan rastra sepenuhnya oleh Mensos saya mundur dari Dirut Bulog," tutur Buwas di Gedung Corporate University Bulog, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sebab, Buwas mengungkapkan jatah 70% yang diberikan kepada Bulog untuk menyalurkan beras BPNT bukan lah dari 100% total kebutuhan beras program tersebut. Melainkan 70% dari sisa 30% program BPNT.

"Ancamannya beras Bulog akan busuk itu karena bukan 70% dari 100% programnya itu, bukan," ungkap Buwas.

Ia mengatakan, 70% dari total keseluruhan jatah penyaluran beras BPNT sudah disalurkan Mensos ke swasta.

"70% yang itu sudah diambil oleh Mensos untuk pasar bebas. Sisa 30%-nya itu baru 70%-nya disuplai dari Bulog. Ini sih gila saja menurut saya," ujar Buwas.

Bahkan, ia juga menuturkan penyaluran BPNT yang diserahkan kepada Bulog itu untuk jangkauan wilayah yang cukup jauh, yakni Papua.

"Biar teman-teman paham. Tahu tidak yang 30% yang diserahkan untuk kita 70%-nya itu? Itu di ujung-ujung Papua. Pakai pikul-pikul, pakai motor atau ojek, bahkan jalan kaki, itu yang mau dikasih sama Bulog, itu urusannya Bulog yang itu. Nah ini kan nggak bisa. Kan kalau diserahkan pada kita, kita bisa ngatur," terang dia.

Sebagai informasi, penyaluran beras Bulog untuk BPNT ini dilakukan sebagai upaya mencegah busuknya beras di gudang Bulog yang stoknya sudah mencapai 2,5 juta ton. Sedangkan, kapasitas gudang Bulog sendiri hanya sekitar 2,7 juta ton.

"Sekarang (beras) ada 2,5 juta ton. Tapi kita juga keterbatasan dengan gudang. Gudang kita itu maksimal 2,7 juta ton. Itu sudah penuh banget, tidak bisa lebih," paparnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:DETIK.COM
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww