Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
23 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
2 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
4
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
4 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
23 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Home  /  Berita  /  Riau

Dituntut Hukuman Mati, Pengedar Narkoba Ini Tertunduk Lemas

Dituntut Hukuman Mati, Pengedar Narkoba Ini Tertunduk Lemas
Selasa, 09 Juli 2019 07:25 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Terdakwa yang berinisial Sy (49) tertunduk lemas setelah mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru yang membacakan tuntutan atas dirinya di muka persidangan. Dimana, JPU menuntut hukuman mati terhadap terdakwa pengedar 98 kilogram sabu itu.

Sy dinilai melanggar pasal 144 ayat 2 juncto pasal 133 undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ujar JPU Tengku Harli dan Aulia Rahman di hadapan majelis hakim Pengadilan Negri Pekanbaru, Senin (8/7/2019).

Majelis hakim yang diketuai Nurul Hidayah, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan langkah hukum yang akan dilakukan selanjutnya.

"Saudara dituntut jaksa dengan hukuman mati. Apakah saudara ingin mengajukan pledoi (pembelaan) ," tanya hakim Nurul Hidayah di muka persidangan.

Setelah berkoordinasi dengan penasehat hukumnya, terdakwa akan mengajukan pledoi (pembelaan) atas tuntutan jaksa tersebut.

Untuk diketahui, Sy telah menjadi buron selama dua tahun setelah penangkapan ER dan IE. Yang mana, kedua rekan Sy ini sudah divonis pengadilan.

Atas pengakuan ER dan IE di persidangan, mereka bersama Sy diperintahkan Iw (DPO) menjemput narkoba di sebuah pelabuhan tikus di Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Saat melakukan penangkapan terhadap ER dan IE, petugas mengamankan 73 kilogram sabu-sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi seberat 25 kilogram dengan total barang bukti 98 kilogram. Saat itu Sy berhasil kabur dan jadi target Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau.

Kemudian Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, meringkus Sy serta mengamankan 29 gram sabu di ruko (rumah toko) yang berada di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan pada 18 November 2018 lalu.***

Kategori:Umum, Riau

wwwwww