Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
9 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Bisa Timbulkan Instabilitas Nasional, Kebijakan Plt DPD II Golkar Harus Dihentikan

Bisa Timbulkan Instabilitas Nasional, Kebijakan Plt DPD II Golkar Harus Dihentikan
Fungsionaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun. (facebook.com)
Kamis, 11 Juli 2019 19:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Fungsionaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun, meminta DPP Partai Golkar untuk menghentikan pencopotan para DPD II yang menyatakan dukungan kepada Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Sebab, jika pencopotan itu terus dilakukan, bisa menimbulkan kegaduhan.

Saat ini, memang banyak ketua DPD II Partai Golkar yang dicopot dari posisinya karena menyatakan dukungan ke Bamsoet. Contohnya, Ketua DPD Golkar Cirebon dan 10 Ketua DPD II di Maluku. Posisi mereka kemudian diganti oleh Plt.

"Saya mengimbau ke DPP untuk menghentikan pembentukan Plt-Plt tersebut. Sebab, kalau dilanjutkan, bisa menimbulkan kegaduhan. Karena Golkar adalah partai besar, kegaduhan bisa menganggu stabilitas nasional," tuturnya, Kamis (11/07/19).

Hendrik kemudian mengingatkan mengenai dukungan Golkar ke Jokowi. Kata dia, saat ini Jokowi sedang berusaha keras untuk mengembalikan kembali stabilitas nasional pascapilpres. Jika internal Golkar malah gaduh, sama saja dengan menambah berat kerja Jokowi.

"Kebijakan PLT yang terstruktur, sistematis, dan masif berpotensi menciptakan kegaduhan. Jika Golkar gonjang-ganjing, jika Golkar tidak solid, jika internal 'ramai', ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional," terangnya.

Sebagai pendukung Jokowi, tambahnya, sudah sepantasnya Golkar ikut dalam menciptakan stabilitas nasional.

"Caranya dengan menghentikan kegaduhan akibat pembentukan Plt-Plt tersebut," tandasnya.***

wwwwww