Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton

Darmaningtyas Sebut Penggunaan E-TLE Sudah Tepat

Darmaningtyas Sebut Penggunaan E-TLE Sudah Tepat
Ilustrasi. (net)
Kamis, 11 Juli 2019 16:22 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Menurut pengamat transportasi, Darmaningtyas, penggunaan teknologi dalam pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas sudah tak dapat dihindari lagi.

Pasalnya, ini merupakan sebuah tuntutan dan kebutuhan zaman yang mau tak mau harus dijawab agar tak tidak usang alias kuno.

"Sekarang eranya teknologi, pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas juga harus bisa berkembang. Hal ini tidak dapat dihindarkan lagi," kata Darmaningtyas kepada wartawan melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (11/7/2019) pagi.

E-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) merupakan inovasi jitu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan.

"Ini inovasi jitu yang patut dikembangkan guna mengawas dan menindak pelanggar demi mensukseskan tahun keselamatan berlalu lintas, jadi penggunaan E-TLE itu sudah tepat," ucapnya.

Ia menjelaskan, turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan didukung dengan konsistensi penindakan hukum kepada para pelanggar.

"Jika tegas dan konsisten sanksinya maka kecenderungan masyarakat untuk tertib dalam berkendara di jalan raysa dapat terus didorong," pungkasnya.

Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan membuatnya prihatin dan terus getol mendukung program keselamatan secara masif.

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi setiap program pemerintah melalui Kepolisian demi mendukung tercapainya budaya selamat dalam berlalu lintas," tegasnya.

Ia optimis inovasi ini dapat memangkas keberadaan anggota Polantas di jalan raya.

"Jika di Malaysia itu gak ada kita lihat polisi berdiri di jalan, lalu lintasnya dibangun secara sistematis dan didukung oleh tenologi canggih," Jelasnya.

Menurutnya, penggunaan E-TLE bukan kali ini saja masuk ke Indonesia.

"Tahun 2017 lalu E-TLE sudah masuk di Indonesia yaitu di Semarang, waktu itu saya naik angkutan umum pas saya minta lewati sebuah jalur si sopir langsung ngomong jika di rute tersebut sudah terpasang kamera E-TLE," tuturnya.

Ia optimis, E-TLE dapat memberikan perubahan sikap dan perilaku positif para pengendara di jalan raya.

"Saya optimis dengan inovasi ini (E-TLE) demi membangun budaya tertib berlalu lintas di Jakarta dan Indonesia," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww