Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Tolak Kubu Prabowo, NasDem Ingin Paket Pimpinan MPR Diisi Koalisi Jokowi

Tolak Kubu Prabowo, NasDem Ingin Paket Pimpinan MPR Diisi Koalisi Jokowi
Selasa, 16 Juli 2019 13:31 WIB
JAKARTA - Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate mengatakan, paket pimpinan MPR tengah dibahas. Pembahasan paket MPR, kata dia, diselesaikan bersama Koalisi Indonesia Kerja.

"Kami sedang bahas. Kami akan selesaikan itu dalam konsensus di internal KIK," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7).

Koalisi pendukung Presiden Joko Widodo itu terdiri dari, PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, partai yang lolos ke parlemen. Sisanya Hanura, PSI, Perindo dan PKPI tidak memiliki kursi di parlemen periode 2019-2024.

Kata Johnny, KIK juga harus melobi anggota DPD. Sebab, dalam aturan harus ada satu pimpinan MPR dari DPD.

"Kami selesaikan di internal kami dulu terutama itu konsensus kami dengan DPD. Karena syarat UU harus ada DPD," ucapnya.

Johnny memberikan sikap menolak partai oposisi, yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat, bergabung dalam paket pimpinan MPR. Menurutnya hal itu malah tak menunjukan tata kelola negara yang baik.

"Jangan paksa kami melebur yang ngaco-ngaco. Kami selesaikan bertahap jangan semuanya pasang-pasang nanti negara ini enggak bisa dikelola dengan baik, kita ingin kelola dengan baik," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww