Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
15 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
15 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
13 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
11 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pemred Rappler Pengkritik Duterte Mulai Disidang

Pemred Rappler Pengkritik Duterte Mulai Disidang
CEO dan Pemimpin Redaksi portal berita siber, Rappler di Filipina, Maria Ressa. (Foto: Reuters/Eloisa Lopez)
Rabu, 24 Juli 2019 04:52 WIB
JAKARTA - Persidangan pemimpin redaksi portal berita daring Rappler di Filipina, Maria Ressa atas sangkaan pencemaran nama baik Presiden Rodrigo Duterte, mulai digelar Selasa (23/7/2019) kemarin.

CNN Indonesia melansir, kasus ini dianggap para aktivis dan pembela kebebasan pers sebagai pembalasan pemerintah terhadap situs Rappler yang kerap mengkritik kebijakan Presiden Rodrigo Duterte.

Kritik Rappler, utamanya soal perang narkoba yang diduga melanggar hak asasi manusia dan menelan korban jiwa lebih dari 20 ribu orang.

Kasus kali ini merupakan rangkaian tuntutan pidana yang menjerat Ressa dan Rappler dalam setahun terakhir.

Hal ini pun memunculkan prasangka terhadap aparat penegak hukum Filipina yang diduga sengaja menargetkan Ressa dan timnya atas pekerjaan jurnalistik mereka.

"Pesan yang disampaikan pemerintah sangat jelas," ujar Ressa kepada wartawan pada Februari lalu ketika dirinya mengirim uang jaminan setelah menghabiskan semalaman di penjara.

"Diam atau kamu yang selanjutnya," tambah Ressa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:CNNIndonesia
Kategori:Politik, Pemerintahan, Hukum, GoNews Group

wwwwww