Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
16 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
21 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
22 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  Riau

Kapolri Minta Kapolda Tindak Tegas Pembakar Lahan

Kapolri Minta Kapolda Tindak Tegas Pembakar Lahan
Senin, 12 Agustus 2019 21:35 WIB
Penulis: Rizky Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Kapolda seluruh Indonesia, diminta bertindak tegas dengan para pelanggar hukum, termasuk pembakar lahan dan hutan.

Perintah tersebut, langsung diungkapkan Kapolri Tito Karnavian, saat mendampingi Panglima TNI, Menteri KLHK dan Kepala BNPB ke Riau pada Minggu (12/8/2019) malam.

"Tidak hanya perusahaan. Perorangan juga harus ditindak tegas. Karena kebakaran lahan saat ini murni ulah manusia, bahkan saya mendapay informasi, saat ini 90 persen Karhutla penyebabnya manusia," ujarnya.

Jika ada pihak perorangan maupun perusahaan yang melakukan land clearing dengan cara membaka kata Tito, Kapolda-kapolda yang wilayahnya sedang dilanda kebakaran, agar bertindak cepat dan tegas.

"Saya perintahkan Polda ambil tindakan tegas, proses hukum yang bakar, baik individu maupun korporasi," tukasnya.

Sementara itu, Menteri KLHK, Siti Nurbaya mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sedang diproses karena terindikasi membakar lahan.

Bahkan kata Siti, kemudian akan ada dua perusahaan yang akan ditindak secara tegas. Namun demikian, Siti tidak mengungkap dua nama perusahaan tersebut.

"Dari informasi di lapangan dan dari Pak Gubernur, ternyata banyak perusahaan yang masih mekakuan pelanggaran seperti di Siak, Pelalawan dan Indragiri Hulu," ujarnya.

"Untuk sanksi ke perushaan, bisa pidana dan bisa berbentuk sanki administrasi. Pada dasarnya kita lakukan secara kolaboratif. Beberapa perusahaan sudah dikasih peringatan, bahkan sudah ada 55 perusahaan seluruh Indonesia yang kita berikan sanksi," tandasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Riau

wwwwww