Padamkan Api Karhutla, Oktober Mendatang Panglima TNI Siap Tabur Garam di Langit Riau

Padamkan Api Karhutla, Oktober Mendatang Panglima TNI Siap Tabur Garam di Langit Riau
Panglima TNI dan rombongan saat tiba di Pekanbaru. (Ganda)
Senin, 12 Agustus 2019 21:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, Pemerintah berencana membuat hujan buatan.

Hal ini dipaparkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, usai menerima penjelasan dari BMKG wilayah Riau, Minggu (12/8/2019).

Kemungkinan untuk membuat hujan buatan pada Oktober mendatang kata Panglima, akan menjadi solusi dalam mengatasi kebakaran lahan di Riau.

"Curah hujan akan kita kelola, kemungkinan ada potensi pembuatan modifikasi cuaca hujan pada bulan awal oktober," tandasnya.

Artinya kata Panglima, saat ini masih diupayakan pemadaman dengan berbagai alat manual dan menggunakan water bombing.

"Jadi sambil menunggu Oktober, kita masih melakukan pemadaman dengan pengeboman air. Tapi kita ada sedikit kendala, karena lokasi kebakaran dan pengambilan air itu cukup jauh, jadi kita upayakan juga pengeboman air dengan menggunakan pesawat hercules," tegasnya.

Untuk diketahui, pembuatan hujan buatan dengan cara menebar garam, juga sudah disiakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Setidaknya, menurut informasi yang dihimpun GoNews.co, ada sekitar 17 ton garam untuk melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanganan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, pemanfaatan TMC atau dikenal dengan hujan buatan, merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk mencegah timbulnya jerebu atau asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). "Kami siapkan 17 ton garam," katanya.

BPPT berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta dukungan TNI AU, guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi hujan buatan untuk memadamkan titik api di wilayah Riau. Operasi TMC menggunakan satu pesawat Cassa 212 TNI AU.

Pesawat ini bisa menampung garam hingga 800 kilogram sekali terbang. Operasi TMC ini membantu Satgas darat dan udara, yang hingga kini berjibaku melakukan pemadaman Karhutla.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo, menuturkan, pemerintah berharap dengan adanya upaya modifikasi cuaca ini, dampak polusi jerebu yang diakibatkan oleh Karhutla di Riau bisa segera diatasi.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak BPPT dan TNI Angkatan Udara melakukan modifikasi cuaca. Kami harap dukungan teknologi modifikasi cuaca ini mampu mengatasai kabut asap akibat Karhutla ini," ujarnya.

Dan saat ini, Provinsi Riau sendiri sudah berstatus Siaga Darurat Karhutla hingga akhir Oktober 2019.***


       
        Loading...    
           
wwwwww