Kasubdit Resmob Polda Metro: Yang Lakukan Penggeledahan Bukan Anggota Saya

Kasubdit Resmob Polda Metro: Yang Lakukan Penggeledahan Bukan Anggota Saya
Jum'at, 16 Agustus 2019 15:37 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Kasubdit Resmob Polda Metro Kompol Handik Zusen mengatakan, anggora polisi yang melakukan penggeledahan dan dugaan intimidasi terhadap wartawan di lokasi demo masa depan TVRI, bukan dari Subdit Resmob.

"Tolong diklarifikasi. Itu bukan anggota saya dari Resmob," katanya, Jumat (16/8/2019).

Ia menegaskan info dan video itu sudah dia cek dan diklarifikasi kepada seluruh anggotanya di lapangan. Tindakan di video bukan dilakukan anggota Resmob. "Saya sudah cek semua anggota. Menurut para Kanit, itu bukan anggota Resmob," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah video penggeledahan seseorang yang disebut dilakukan oleh anggota dari Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya di lokasi demo masa di depan gedung TVRI Jumat (16/8/2019), beredar di media sosial.

Dalam video itu, salah seorang yang belum diketahui identitasnya diamankan oleh anggota polisi berseragam kemeja putih. Bahkan, kabarnya wartawan yang ada di sana juga mendapatkan intimidasi hingga telepon selulernya terjatuh dan hancur.

Haris salah satu rekan wartawan TV Indosiar yang menjadi korban arogan aparat kepolisian menyayangkan aksi tak terpuji itu. Sebab, saat itu ia diminta oleh kantornya meliput kegiatan di luar gedung DPR.

"Saya kan di floating sama kantor, agar jaga diluar, terus saya liat ada beberapa massal kumpul kaya mau demo gitu, awalnya sih saya cuekin itu massa," ujar dia kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).

Namun, tiba tiba massa itu menjadi pusat perhatian dirinya dan dua rekan lainnya dari kantor berita Antara dan salah satu Photograper. Apalagi, antar polisi dan massa sempat terjadi adu argument.

"Nah pas saya liat ribut-ribut, yang namanya wartawan kalau ada yang kaya gitu insting kita samperin ke TKP," tegas dia.

Entah kenapa, dia justru dibentak oleh anggota polisi saat merekam kejadian. Bahkan, rekaman video yang sudah diambilnya diminta untuk dihapus.

"Dia bentak kita bertiga minta filenya dihapus, bahkan memukul handphone saya sampai jatuh, rusak hpnya," tutur Haris.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww