Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
24 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
23 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
23 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
4
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
24 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
5
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bermodal Sepatu Pinjaman yang Sudah Robek, Anak Kampar Riau Ini ke Istana Negara Mengibarkan Bendera Pusaka

Bermodal Sepatu Pinjaman yang Sudah Robek, Anak Kampar Riau Ini ke Istana Negara Mengibarkan Bendera Pusaka
Muhammad Asraf saat dikukuhkan menjadi Paskibraka (kiri) dan Ibunda Muhamat Asraf (kanan)
Sabtu, 17 Agustus 2019 08:19 WIB
JAKARTA - Kekurangan bukanlah sesuatu yang menghambat Muhamat Asraf, siswa SMA Negeri 1 Kampar Kiri Tengah, Kampar, Riau untuk ikut mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Meski hidup serba kekurangan, anak yatim ini, mampu bersaing di tingkat nasional dan terpilih sebagai anggota Paskibraka 2019.

Sebelum melangkah ke istana negara, Asraf sudah mengikuti seleksi yang ketat dari tingkat daerah, dan dia lolos dari seleksi demi seleksi, padahal dia memiliki banyak kekurangan secara materi, bahkan untuk ikut seleksi saja, dia harus memakai sepatu hasil pinjam sama orang.

''Waktu mau seleksi saya tidak punya sepatu. Ibu meminjamkan sepatu dari tetangga dan sepatu itu pun sobek. Alhamdulillah saya berhasil melewati seleksi demi seleksi,'' ujarnya haru.

Sang bunda Asraf, yang tidak memiliki penghasilan tetap memang tidak punya kemampuan untuk membelikan sepatu baru. Karena itu ia meminjam sepatu tetangganya. Itu pun tidak 100 persen baik, sepatu yang dipinjam untuk seleksi menjadi Paskibraka itu rupanya sobek.

Meski demikian, anak yatim itu tak patah semangat, sepatu robek itu menambah semangatnya untuk bisa membanggakan ibunda tercinta. Akhirnya, doa, semangat, kerja keras dan sepatu sobeknya mengantarkan Asraf ke Jakarta untuk mengikuti karantina dan pemusatan pelatihan Paskibraka.

Sesampainya di Jakarta, tepatnya di pusat pelatihan Paskibraka Nasional di PP-PON Cibubur, Asraf bertekad berlatih dengan sungguh-sungguh. "Orang tua pesannya suruh jaga diri, jaga kesehatan, harus percaya diri, tapi jangan memandang rendah siapapun," ujar Asraf dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 Agustus 2019.

Di PP-PON Cibubur, sisi lain Asraf pun terungkap, rupanya ia pandai berbahasa jawa. Ternyata, Asraf ini berasal dari orang tua berdarah jawa meski tinggal di Pulau Sumatera. ''Saya orang Jawa Pujakusuma. Artinya, Putra Jawa kelahiran Sumatera. Sama sekali enggak bisa bahasa Riau, kak,'' kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:dream.co.id
Kategori:GoNews Group, Riau, Umum, Pendidikan

wwwwww