Punya Strategi Infrastruktur Pro Rakyat Abad 21, Marwan Ja'far Layak Diangkat Jadi Menteri

Punya Strategi Infrastruktur Pro Rakyat Abad 21, Marwan Jafar Layak Diangkat Jadi Menteri
Marwan Ja'far. (istimewa)
Sabtu, 17 Agustus 2019 17:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Miliki visi dan misi jelas, serta piawai dalam pengembangan strategi Infrastruktur, mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Kabinet Kerja (2014-2016), Marwan Ja'far dianggap paling layak menjadi Menteri Kabinet 2019-2024.

Hal ini diungkapkan, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API), Maksimus Ramses Lalongkoe kepada GoNews.co, melalui pesan elektroniknya, Sabtu (17/8/2019) siang.

"Tahun 2007, Marwan Ja'far telah meriset dan merilis buku Strategi Infrastruktur Pro Rakyat Indonesia Abad 21. Sementara Presiden merilis program biodiesel dari minyak sawit untuk biofuel, B20, B30, dan lain-lain yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan biaya impor migas kita. Tahun 2009, Marwan Ja' far sudah merilis buku Energynomics hasil riset dan kajian tentang stategi energi-nomik berbagai negara. Sepertinya Marwan layak untuk kembali masuk kabinet," papar Ramses.

Hal ini kata Ramses, sesuai dengan visi Presiden yang memilih simpul strategis Lompatan Indonesia Maju 2019-2024 antara lain SDM, infrastruktur, teknologi, ilmu pengetahuan, dan energi ramah-lingkungan.

Dari sejumlah faktor kompromi, seperti unsur wilayah, ormas, partai politik, profesionalisme, dan agama, menurut Ramses, Marwan Ja'far dapat membantu Presiden.

"Marwan Ja'far memiliki pengalaman legislasi, eksekutif, ormas, latar-belakang partai politik dan tata-kelola hal pokok pemerintahan seperti tansparansi, akuntabilitas, pelayanan Rakyat, efisiensi, dan efektivitas hasil kerja serta pengalaman lain Marwan Ja’far selama ini. Sekali lagi maka saya kira memang ia juga layak diangkat sebagai satu dari Menteri periode 2019-2024," tandasnya.

Saat ini kata Ramses, para pelaku ekonomi nasional, global dan masyarakat bangsa Indonesia masih menunggu rilis pengumuman nama-nama Menteri Negara sebagai pembantu Presiden RI Joko dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang ditetapkan oleh KPU RI sebagai Presiden dan Wakil Presiden I terpilih hasil Pemilu 2019.

Masih kata Ramses Maksimus Ramses Lalongkoe, Presiden RI Joko Widodo tentu memiliki cita-cita, konsep yang kuat dan visi jelas tentang Kementerian Negara RI tahun 2019-2024.

"Hal ini bisa dilihat dari rilis pidato yang berjumlah 2.464 kata Presiden Joko Widodo pada HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Depan Sidang Bersama DPD-DPR RI 16 Agustus 2019 di Senayan, Jakarta kemarian," tukasnya.

"Dalam pidato itu, tersurat jelas cita-cita, konsep yang kuat dan visi jelas Presiden Joko tentang Kementerian Negara, yaitu Lompatan Kemajuan Indonesia Sentris Untuk Indonesia Maju dan berdaya-saing. Momentumnya ialah 2019-2024 dan kepemimpinannya ialah Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Presiden sistem presidensil sesuai amanat UUD 1945," papar Maksimus Ramses Lalongkoe, yang juga Dosen Universitas Mercua Buana (UMB) itu.

Sebagai pembantu Presiden, yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden sesuai amanat Pasal 17 ayat 1-2 UUD 1945, menurut Ramses, para menteri harus memiliki rekam-jejak, kompetensi, dan integritas untuk mewujudkan cita-cita dan visi Presiden Joko itu.

"Presiden juga telah merinci spektrum ancaman dan tantangan Bangsa dan Negara kita ke depan seperti radikalisme, evolusi kejahatan, korupsi, intolerasi, dampak revolusi industri jilid 4, dan terorisme, yang dapat mengancam ideologi Pancasila dan Kedaulatan Negara. Maka tiap menteri urusan tertentu dalam pemerintahan, misalnya, harus memiliki rekam-jejak, keahlian memecahkan dan mencegah masalah Bangsa dan Negara, serta berintegritas yang menurut Presiden, berideologi Pancasila dan ber-hati bhinneka tunggal ika Indonesia," ujar Ramses.

Sepak Terjang Marwan Ja'far

Marwan Jafar terpilih lagi menjadi anggota DPR RI 2019-2024. Ia pernah menjadi anggota DPR RI tahun 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019, dan diangkat menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2014-2016.

Pria kelahiran Pati, Jawa Timur ini memiliki banyak pengalaman. Tahun 2004-2009, ia menjadi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, anggota Badan Legislasi dan Sekretaris Fraksi PKB.

Tahun 2009- 20014 Ketua Fraksi PKB DPR RI, anggota Badan Anggaran, anggota Komisi V, dananggota Komisi III, penggagas utama RUU Desa yg diusulkan oleh Fraksi PKB DPR RI ke Badan Legislasi yang membentuk Kementerian Desa, nomenklatur dan skema Anggaran Desa. Periode 2009-2014.

Marwan Ja'far juga menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Presiden DPP PKB, Pengarah Badan Pemenangan Pemilu DPP PKB, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dan tahun 20014-2019, Marwan Ja'far menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PKB; tahun 2014-2019, anggota Badan Pemenangan Pasangan Calon Presiden-Wapres Joko Widodo- Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww