Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis
Aksi demo Mahasiswa Papua di Istana. (CNNIndonesia.com)
Kamis, 22 Agustus 2019 15:05 WIB
JAKARTA - Sekitar seratus pemuda dan mahasiswa Papua menggelar aksi demonstrasi di sekitar Mabes TNI AD, Jakarta Pusat. Mayoritas pria yang menjadi peserta aksi demo Papua di Jakarta itu bertelanjang dada, sementara lainnya mengenakan kaus dan ikat kepala berlambang Bintang Kejora.

Mereka menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar menangkap aparat diduga pelaku rasisme di Surabaya.

Salah satu orator aksi, Albert Mungguar, mengatakan rakyat Papua mengecam pernyataan rasis yang menyamakan mahasiswa Papua dengan binatang.

"Mengecam pihak keamanan yang berlebihan menangkap teman-teman kami di Surabaya. Pihak kepolisian, dalam hal ini Jokowi-JK menangkap oknum terlibat dalam rasis kawan-kawan kami di Surabaya. Kami menuntut itu karena kami bukan monyet, kami adalah manusia yang sama seperti kalian," kata Albert dalam aksi di depan Mabes TNI Angkatan darat, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Mereka juga meminta Kemenkominfo untuk membuka akses internet di Papua dan Papua Barat yang dilumpuhkan selama dua hari terakhir. Selain itu, pemerintah pun diminta untuk membuka akses seluas-luasnya bagi media massa nasional dan internasional.

"Agar media massa tahu apa yang sebenarnya terjadi di Tanah Papua," ujarnya.

Semula, peserta demo mahasiswa Papua di Jakarta itu berencana melakukan aksi berjalan kaki dari Mabes TNI AD ke Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara.

Namun, sekitar 500 meter jelang seberang gerbang istana atau di depan Kementerian Dalam Negeri, massa dihentika aparat gabungan TNI dan Polri.

Bahkan aksi sempat ricuh karena salah seorang aparat Brimob memaksa massa aksi masuk dalam satu barisan.

Aksi massa itu berlangsung menanggapi peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya pada 16 dan 17 Agustus lalu. Peristiwa di sana telah memicu aksi berujung rusuh di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Daerah yang mengalami rusuh di tengah aksi massa antara lain Jayapura dan Timika (Papua), dan Manokwari, Sorong, serta Fakfak (Papua Barat).

Sementara ada demo Papua di Jakarta, hari ini Menkopolhukum Wiranto diiringi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memantau langsung ke Manokwari.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Papua
wwwwww