Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
2
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
4 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
22 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
11 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
6
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
8 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis
Aksi demo Mahasiswa Papua di Istana. (CNNIndonesia.com)
Kamis, 22 Agustus 2019 15:05 WIB
JAKARTA - Sekitar seratus pemuda dan mahasiswa Papua menggelar aksi demonstrasi di sekitar Mabes TNI AD, Jakarta Pusat. Mayoritas pria yang menjadi peserta aksi demo Papua di Jakarta itu bertelanjang dada, sementara lainnya mengenakan kaus dan ikat kepala berlambang Bintang Kejora.

Mereka menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar menangkap aparat diduga pelaku rasisme di Surabaya.

Salah satu orator aksi, Albert Mungguar, mengatakan rakyat Papua mengecam pernyataan rasis yang menyamakan mahasiswa Papua dengan binatang.

"Mengecam pihak keamanan yang berlebihan menangkap teman-teman kami di Surabaya. Pihak kepolisian, dalam hal ini Jokowi-JK menangkap oknum terlibat dalam rasis kawan-kawan kami di Surabaya. Kami menuntut itu karena kami bukan monyet, kami adalah manusia yang sama seperti kalian," kata Albert dalam aksi di depan Mabes TNI Angkatan darat, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Mereka juga meminta Kemenkominfo untuk membuka akses internet di Papua dan Papua Barat yang dilumpuhkan selama dua hari terakhir. Selain itu, pemerintah pun diminta untuk membuka akses seluas-luasnya bagi media massa nasional dan internasional.

"Agar media massa tahu apa yang sebenarnya terjadi di Tanah Papua," ujarnya.

Semula, peserta demo mahasiswa Papua di Jakarta itu berencana melakukan aksi berjalan kaki dari Mabes TNI AD ke Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara.

Namun, sekitar 500 meter jelang seberang gerbang istana atau di depan Kementerian Dalam Negeri, massa dihentika aparat gabungan TNI dan Polri.

Bahkan aksi sempat ricuh karena salah seorang aparat Brimob memaksa massa aksi masuk dalam satu barisan.

Aksi massa itu berlangsung menanggapi peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya pada 16 dan 17 Agustus lalu. Peristiwa di sana telah memicu aksi berujung rusuh di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Daerah yang mengalami rusuh di tengah aksi massa antara lain Jayapura dan Timika (Papua), dan Manokwari, Sorong, serta Fakfak (Papua Barat).

Sementara ada demo Papua di Jakarta, hari ini Menkopolhukum Wiranto diiringi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memantau langsung ke Manokwari.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Papua
wwwwww