Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
7 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
8 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
20 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
18 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
18 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
9 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis

Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tangkap Aparat Rasialis
Aksi demo Mahasiswa Papua di Istana. (CNNIndonesia.com)
Kamis, 22 Agustus 2019 15:05 WIB
JAKARTA - Sekitar seratus pemuda dan mahasiswa Papua menggelar aksi demonstrasi di sekitar Mabes TNI AD, Jakarta Pusat. Mayoritas pria yang menjadi peserta aksi demo Papua di Jakarta itu bertelanjang dada, sementara lainnya mengenakan kaus dan ikat kepala berlambang Bintang Kejora.

Mereka menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar menangkap aparat diduga pelaku rasisme di Surabaya.

Salah satu orator aksi, Albert Mungguar, mengatakan rakyat Papua mengecam pernyataan rasis yang menyamakan mahasiswa Papua dengan binatang.

"Mengecam pihak keamanan yang berlebihan menangkap teman-teman kami di Surabaya. Pihak kepolisian, dalam hal ini Jokowi-JK menangkap oknum terlibat dalam rasis kawan-kawan kami di Surabaya. Kami menuntut itu karena kami bukan monyet, kami adalah manusia yang sama seperti kalian," kata Albert dalam aksi di depan Mabes TNI Angkatan darat, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Mereka juga meminta Kemenkominfo untuk membuka akses internet di Papua dan Papua Barat yang dilumpuhkan selama dua hari terakhir. Selain itu, pemerintah pun diminta untuk membuka akses seluas-luasnya bagi media massa nasional dan internasional.

"Agar media massa tahu apa yang sebenarnya terjadi di Tanah Papua," ujarnya.

Semula, peserta demo mahasiswa Papua di Jakarta itu berencana melakukan aksi berjalan kaki dari Mabes TNI AD ke Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara.

Namun, sekitar 500 meter jelang seberang gerbang istana atau di depan Kementerian Dalam Negeri, massa dihentika aparat gabungan TNI dan Polri.

Bahkan aksi sempat ricuh karena salah seorang aparat Brimob memaksa massa aksi masuk dalam satu barisan.

Aksi massa itu berlangsung menanggapi peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya pada 16 dan 17 Agustus lalu. Peristiwa di sana telah memicu aksi berujung rusuh di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Daerah yang mengalami rusuh di tengah aksi massa antara lain Jayapura dan Timika (Papua), dan Manokwari, Sorong, serta Fakfak (Papua Barat).

Sementara ada demo Papua di Jakarta, hari ini Menkopolhukum Wiranto diiringi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memantau langsung ke Manokwari.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Papua

wwwwww