Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Pilkades Serentak 2019

Dua Desa di Kepulauan Meranti Hasilnya Draw

Dua Desa di Kepulauan Meranti Hasilnya Draw
Ilustrasi (Internet)
Selasa, 27 Agustus 2019 10:48 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ada 2 (dua) desa yang hasil pemilihannya draw (perolehan jumlah suara yang sama).

Dari 102 desa yang ada di Kepulauan Meranti, sebanyak 48 desa melaksanakan pemilihan kades serentak, pada Senin (26/8/2019). Adapun kedua desa yang draw tersebut yakni Desa Mantiasa di Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Desa Tebun Kecamatan Rangsang.

Di Desa Mantiasa mempertaruhkan 3 calon, namun dua calon Muhajir dan Mukhari mendapatkan hasil yang sama yakni 311 suara. Hal yang sama juga terjadi di Desa Tebun, dimana desa itu mempertarungkan 5 calon, dan dua calon yakni Saparudin dan Sukardi mendapatkan hasil yang sama yakni 170 suara.

Walaupun terjadi hasil imbang, Pilkades serentak di Kepulauan Meranti ini dipastikan tanpa pemungutan suara ulang (PSU). Sebab Pemkab Kepulauan Meranti telah menyusun mekanisme penentuan calon terpilih apabila terjadi draw.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kepulauan Meranti, H Edy M Nur, Selasa (27/8/2019), mengatakan aturan terhadap Pilkades yang mendapatkan hasil imbang sudah diatur berdasarkan mekanisme dari Permendagri No 65/2017. Satu diantaranya menghindari pemungutan suara ulang Pilkades."

Biasanya, Pilkades diulang karena perolehan suara lebih dari satu calon jumlahnya sama. Selain itu, peraturan ini untuk menghemat dan efisiensi anggaran," kata Edy M Nur.i

Dkatakan, terdapat beberapa alternatif mekanisme penentuan calon kades terpilih jika terjadi draw. Diantaranya, calon kades terpilih dari pemilik suara sah terbanyak di wilayah lebih luas. Mekanismenya pun sudah dibukukan di Perbup.   

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Darwis mengatakan sejak awal pemerintah sudah mengantisipasi hasil seri. 

Menurut dia, tidak adanya coblosan ulang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 31 tahun 2017, Perbup Nomor 71 tahun 2018 dan Perbup Nomor 10 tahun 2019 tentang Pilkades.

‘"Sesuai aturan tidak ada coblos diulang kalau hasilnya sama, dan itu sudah diatur dalam Perbup, ketiganya dipakai,’" ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Darwis, calon yang memperoleh keunggulan wilayah pemilihan yang lebih banyak atau memperoleh suara sah terbanyak pada wilayah pemilihan dengan jumlah suara sah paling banyak ditetapkan sebagai Kades terpilih.

Dikatakan, dengan aturan itu coblos ulang sudah tidak mungkin sebab perolehan suara tidak mungkin sama di satu wilayah atau TPS.

"Simple nya begini, jika hasilnya seri, pemenang itu ditentukan oleh TPS yang jumlah pemilihnya banyak pada hari pencoblosan," ungkapnya.***

wwwwww