Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
6 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

Gonggongan soal Pansel dan Capim KPK, Publik Diminta Kritis: 'Emangnya Mereka Siapa?'

Gonggongan soal Pansel dan Capim KPK, Publik Diminta Kritis: Emangnya Mereka Siapa?
Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S. Pane. (Dok. IPW)
Selasa, 27 Agustus 2019 11:02 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Panitia Seleksi (Pansel) KPK akan melakukan tes terakhir bagi Capim KPK selama dua hari ke depan. Jika masih ada gonggongan terhadap Pansel maupun Capim KPK di seleksi tahap akhir ini, publik diminta lebih kritis mempertanyakan integritas para penggonggong.

"Jika ada pihak yang ingin membuat penilaian sendiri dalam proses seleksi Capim KPK, seperti yang dilakukan oknum KPK and the Gang, publik tinggal bertanya, 'emangnya mereka siapa mau mengatur atur?'" kata Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S. Pane dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/08/2019).

Neta berharap, Pansel juga bisa lebih 'tutup kuping' terhadap gonggongan-gonggongan itu.

"Biarkan anjing menggonggong dan kafilah tetap berlalu agar lahir KPK dengan paradigma baru ke depan," kata Neta.

Untuk diketahui, di tahap akhir ini Pansel akan memilih 10 dari 20 Capim yang tersisa untuk kemudian diserahkan ke Presiden. Mereka yang terpilih akan menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa jabatan 2019-2023.***

wwwwww