Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
22 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
3
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
5 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
5 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
4 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar

September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal
Selasa, 27 Agustus 2019 21:29 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal memperkirakan bulan September, anak imigran yang memiliki usia wajib sekolah sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Dikatakannya, saat ini Dinas Pendidikan bersama International Organization for Migration (IOM) akan menyusun langkah-langkah seperti mendata sekolah dan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dekat penampungan agar di verifikasi.

"Saat ini ada 5 lokasi penampungan imigran, diperkirakan ada 6 atau 8 sekolah, untuk mengetahui berapa kuota yang tersedia, kita akan mengundang seluruh kepala sekolah untuk memverifikasinya," kata Abdul Jamal di Pekanbaru, Selasa (27/8/2019).

Jamal menuturkan jumlah anak imigran yang terdata sebanyak 80 tersebut tidak semuanya diterima. Mengingat jumlah kuota yang tersedia pada sekolah dekat penampungan serta penyeleksian anak imigran yang memenuhi syarat yaitu pandai berbahasa Indonesia.

Ditegaskannya, penerimaan anak imigran hanya mengisi kekosongan kuota yang ada di sekolah dekat penampungan. Dan untuk prioritas utama tetap anak warga negara Indonesia. "Karena adanya daya tampung kita memanfaatkan dengan mengisi kekosongan yang ada," sebutnya. ***


wwwwww