Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar

September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal
Selasa, 27 Agustus 2019 21:29 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal memperkirakan bulan September, anak imigran yang memiliki usia wajib sekolah sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Dikatakannya, saat ini Dinas Pendidikan bersama International Organization for Migration (IOM) akan menyusun langkah-langkah seperti mendata sekolah dan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dekat penampungan agar di verifikasi.

"Saat ini ada 5 lokasi penampungan imigran, diperkirakan ada 6 atau 8 sekolah, untuk mengetahui berapa kuota yang tersedia, kita akan mengundang seluruh kepala sekolah untuk memverifikasinya," kata Abdul Jamal di Pekanbaru, Selasa (27/8/2019).

Jamal menuturkan jumlah anak imigran yang terdata sebanyak 80 tersebut tidak semuanya diterima. Mengingat jumlah kuota yang tersedia pada sekolah dekat penampungan serta penyeleksian anak imigran yang memenuhi syarat yaitu pandai berbahasa Indonesia.

Ditegaskannya, penerimaan anak imigran hanya mengisi kekosongan kuota yang ada di sekolah dekat penampungan. Dan untuk prioritas utama tetap anak warga negara Indonesia. "Karena adanya daya tampung kita memanfaatkan dengan mengisi kekosongan yang ada," sebutnya. ***

Kategori:Badminton, Riau, Umum
wwwwww