Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
DPR RI
20 jam yang lalu
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
2
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
3
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Umum
21 jam yang lalu
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
4
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
Peristiwa
24 jam yang lalu
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
5
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
Olahraga
13 jam yang lalu
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
6
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
Umum
22 jam yang lalu
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demo Ricuh di Deiyai Papua, 1 Anggota TNI Meninggal dan 5 Polisi Terluka

Demo Ricuh di Deiyai Papua, 1 Anggota TNI Meninggal dan 5 Polisi Terluka
Ilustrasi demo di Papua. (Istimewa)
Rabu, 28 Agustus 2019 17:39 WIB
DEIYAI - Aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua. Demo menuntut referendum Papua itu menewaskan datu prajurit TNI dan melukai lima anggota kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, demo berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Papua hari ini, Rabu (28/8/2019). Awalnya, massa yang berdemo hanya berjumlah sekitar 150 orang.

Aparat TNI-Polri yang diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa mencoba bernegosiasi dengan demonstran. Saat itu, ribuan massa dari berbagai macam penjuru tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam dan panah.

"Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (meninggal dunia), dan lima (anggota) Polri terluka terkena panah," ucap Dedi saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara.

Dedi menyebut, seluruh korban terkena panah saat mengamankan demo ricuh Papua. Saat ini, aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

"Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Liputan6.com
Kategori:Papua, DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group
wwwwww