Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
7 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
8 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
20 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
18 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
18 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
9 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demo Ricuh di Deiyai Papua, 1 Anggota TNI Meninggal dan 5 Polisi Terluka

Demo Ricuh di Deiyai Papua, 1 Anggota TNI Meninggal dan 5 Polisi Terluka
Ilustrasi demo di Papua. (Istimewa)
Rabu, 28 Agustus 2019 17:39 WIB
DEIYAI - Aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua. Demo menuntut referendum Papua itu menewaskan datu prajurit TNI dan melukai lima anggota kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, demo berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Papua hari ini, Rabu (28/8/2019). Awalnya, massa yang berdemo hanya berjumlah sekitar 150 orang.

Aparat TNI-Polri yang diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa mencoba bernegosiasi dengan demonstran. Saat itu, ribuan massa dari berbagai macam penjuru tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam dan panah.

"Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (meninggal dunia), dan lima (anggota) Polri terluka terkena panah," ucap Dedi saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara.

Dedi menyebut, seluruh korban terkena panah saat mengamankan demo ricuh Papua. Saat ini, aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

"Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Liputan6.com
Kategori:Papua, DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww