Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga Pelajar U 14 Piala Menpora 2019

DIY Tersingkir Akibat Gol Bunuh Diri

DIY Tersingkir Akibat Gol Bunuh Diri
Rabu, 28 Agustus 2019 22:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Kesebelasan dari Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta tersingkir di babak delapan besar Liga Pelajar U-14 Piala Menpora 2019 setelah dipaksa menyerah oleh wakil Jawa Tengah dengan skor tipis 0-1 pada babak delapan besar saat berlaga di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/8/2019).

Tersingkirnya DIY dalam duel saudara itu tak lepas setelah adanya gol bunuh diri yang dilakukan bek mereka sendiri, Steven Kaka, saat laga baru berjalan empat menit. Skor tersebut pun bertahan sampai laga bubar.

Pertandingan bigmatch yang juga sebagai duel saudara itu turut menyita perhatian. Sebab keduanya mempunyai basis pendukung yang cukup banyak. Melihat animo besar masyarakat dalam memberikan dukungan di liga tingkat pelajar, pun di apresiasi Hong Widodo selaku legenda hidup klub Persis Solo.

Bahkan ketika menyoroti sepakbola berjenjang, khususnya di Liga Pelajar U-14 gawean Kemenpora itu, ia mengakui peningkatan kualitas untuk mencetak bibit muda berkualitas semakin nyata di realisasikan. Sebab dengan adanya gelaran sepakbola berjenjang mulai dari usia 12, 14, 16 dan 21 tahun, membuka kans untuk membentuk kerangka Timnas Indonesia yang lebih tangguh kedepan.

"Di jaman saya dulu nggak ada usia muda. Ini bagus liga usia berjenjang kemenpora. U-14 ini juga bagus karena fase peralihan, pemain akan menentukan masa depannya. sudah benar dengan pembinaan bukan hanya perlu latihan, tapi juga kompetisi," kata Hong Widodo di Stadion Sriwedari, Rabu (28/8/2019).

"Liga berjenjang ini sudah tiga tahun, bahkan yang U-14 sudah lima tahun ini cukup bagus. Anak muda, pesepakbola usia muda di Indonesia itu butuh wadah-wadah seperti ini. Permainan mereka beda dengan jaman saya dulu, sekarang sudah rapi, polanya kelihatan. kami berharap bisa melahirkan pesepak bola andal, bisa melahirkan pemain top ke depan," pungkasnya. ***

wwwwww