Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
19 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Fadli Zon: Rencana Pemindahan Ibu Kota Amatiran

Fadli Zon: Rencana Pemindahan Ibu Kota Amatiran
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Istimewa)
Rabu, 28 Agustus 2019 15:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur memerlukan sebuah kajian mendalam. Tapi proposal yang diajukan pemerintah kata Fadli, masih terkesan amatir.

Fadli memandang sudah banyak ASN di bawah naungan pemerintah pusat yang keberatan terhadap rencana pemindahan ibu kota ke Kaltim oleh Jokowi. Ia menganggap Jokowi tidak melakukan kajian secara matang dan terkesan amatiran saat merencanakan pemindahan ibu kota.

"PNS saja saya dengar sudah banyak yang mengeluh, tidak mau dan menolak. Nah, inilah karena memang dijalankan secara amatiran," kata Fadli Zon tutur Fadli di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Rabu, (28/8/2019).

Melihat hal itu, Fadli menyarankan agar Jokowi terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari berbagai pemangku kepentingan untuk mengkaji lebih serius soal pemindahan ibu kota. Ia tak ingin proses pemindahan ibu kota Indonesia dilakukan secara sembarangan tanpa ada kajian serius.

"Dengar dulu dong pendapat-pendapat masyarakat, para ahli, akademisi, perguruan tinggi. Bukan hanya niat mungkin karena dapat wangsit dari mana gitu," kata dia.

Masih kata Fadli, persoalan memindahkan ibu kota negara bukan seperti memindahkan sebuah rumah atau salah satu properti yang akan dipindahkan.

"Tapi ini memindah memori kolektif bangsa kita yang ada di Jakarta. Hari Pancasila, hari Proklamasi, UUD 1945. Hampir sebagian besar memori kolektif bangsa ini ada di Jakarta," tandasnya.

Menurut Fadli, rancangan pemindahan ibu kota memerlukan waktu 10-15 tahun, tidak bisa sesederhana yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut.

Politisi Gerindra itu pada prinsipnya tidak permasalahkan rencana pemerintah Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur. Namun untuk saat ini menurut Fadli timingnya belum tepat.

"Karena masih banyak persoalan bangsa menjadi kebutuhan pokok kita, persoanal Pangan, energi dan BPJS. Itu persoalan-persoalan kita yang harus selesaikan, bukan mau nambahin persoalan yang baru," bebernya.***

wwwwww