Ada 'Tangan' Asing di Konflik Papua

Ada Tangan Asing di Konflik Papua
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Kamis, 29 Agustus 2019 00:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Politisi partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) meyakini, konflik di Papua tak lepas dari campur tangan pihak asing.

"Ya itu sudah pasti. Dari awal konflik ini saya anggap memang ada penumpang-penumpang gelap, terutama yang kita cium dari pihak asing yang ingin memisahkan Papua dengan Indonesia," kata Bambang di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/08/2019).

Sebagai Ketua DPR RI, Bamsoet mengaku, dirinya sudah meminta pada pihak keamanan untuk melakukan langkah-langkah penanganan yang komperhensif agar Papua kembali kondusif.

"Panglima TNI dan Kapolri sudah ada di Papua untuk menyelesaikan konflik di sana. Dan kita berharap itu bisa selesai secara permanen," kata Bamsoet.

Seperti diketahui, pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, beberapa waktu lalu, telah berbuntut ketegangan panjang.

Dalam aksi protes atas insiden itu, Gedung DPRD Papua Barat dan ruang pamer mobil di Manokwari dibakar pada Senin (19/08/2019) pagi. Sejumlah fasilitas umum dan beberapa properti warga pun jadi sasaran pembakaran dan pengrusakan oknum pengunjuk rasa di Manokwari.

Polda Jawa Timur (Jatim), terus mendalami insiden itu, dan telah menetapkan 1 orang tersangka pada Rabu (28/08/2019) atas insiden pemicu yang terjadi di Surabaya itu.

Tersangka awal ini adalah Koordinator aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Tri Susanti alias Susi. Susi, juga dikenal sebagai eks. Anggota FKPPI dan sempat maju sebagai caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Gerindra pada Pemilu Legislatif 2019.

Di tengah berlangsungnya upaya penegakkan hukum itu, panasnya tensi Papua juga belum mereda. Rabu (28/08/2019), kerusuhan kembali terjadi di Papua. Kali ini di Deiyai.

Laporan Antara yang dilansir CNN Indonesia menyebutkan, insiden itu telah menewaskan tiga orang. Dua orang tewas adalah warga sipil dan satu orang lainnya merupakan anggota TNI AD.

"Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Enarotali, dan situasi aman," tegas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Rudolf Rodja.***


wwwwww