Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
11 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
23 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
22 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton

Maruarar Dorong DPR Undang Perwakilan Radikalis

Maruarar Dorong DPR Undang Perwakilan Radikalis
Ilustrasi Radikalisme: net.
Kamis, 29 Agustus 2019 01:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Politisi PDI-P, Maruarar Sirait, bicara soal radikalisme saat membahas buku genre politik berjudul 'Akal Sehat' karya Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet di Menteng, Jakarta, Rabu (28/08/2019).

Maruarar meyakini, "masih ada dari mereka (WNI yang terpapar radikalisme, red) yang bisa diajak bicara," .

Data pemetaan sel-sel radikalisme (anti Pancasila) di Indonesia pun, diyakininya sudah dimiliki oleh Badan Pengarah Idiologi Pancasila (BPIP). Namun Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Benny Susetyo yang hadir di lokasi mengatakan, BPIP belum memetakan hal tersebut, tapi bisa menggunakan data BNPT terkait hal itu.

Kritisi Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, adalah efektifitas kerja-kerja sosialisasi Pancasila dan 4 Pilar, yang seharusnya menyasar orang-orang yang dipetakan terpapar radikalisme, "bukan kepada orang yang sudah nasionalis atau pluralis,".

Terkait dengan politik akal sehat yang menjadi buah pikiran Bamsoet dalam bukunya, Ara pun mendorong Bamsoet agar duduk bersama dengan perwakilan-perwakilan radikalis yang terdata oleh BNPT.

"Sebagai Ketua DPR, masih sisa satu bulan lagi (masa jabatan, red), undanglah (mereka, red) yang berpotensi radikal, apakah tokoh-tokohnya, apakah anak mudanya, apakah jaringannya. Ajak bicara!" kata Ara.

Pandangan Ara, keberadaan barisan radikalis (anti Pancasila) jelas turut menjadi bagian dari potret politik Indonesia. Dan politik akal sehat yang digemakan Bamsoet melalui bukunya, sedianya bisa diimplementasikan nyata dalam meminimalisir paham-paham anti Pancasila tersebut.***

wwwwww