Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
12 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

Kondisi Ekonomi Triwulan II Membaik, Indeks Tendensi Konsumen di Riau Meningkat Jadi 120,08

Kondisi Ekonomi Triwulan II Membaik, Indeks Tendensi Konsumen di Riau Meningkat Jadi 120,08
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 29 Agustus 2019 15:00 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat indeks tendensi konsumen (ITK) di Provinsi Riau pada Triwulan II-2019 meningkat menjadi sebesar 120,08, dari ITK triwulan I-2019 sebesar 99,95.

"Dengan melihat optimisme ITK yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, artinya hal ini menunjukkan bahwa secara umum konsumen merasakan perbaikan kondisi ekonomi di Riau," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Riau, Agus Nuwibowo di Pekanbaru, Kamis (28/8/2019).

Ia menjelaskan, bahwa meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2019 didorong oleh meningkatnya volume konsumsi rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 122,53, meningkatnya pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 120,54 dan tidak berpengaruhnya inflasi terhadap tingkat konsumsi rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 117,27.

Kemudian, komponen tingkat konsumsi rumah tangga cenderung optimis baik pada komoditas kelompok makanan 142,64 maupun komoditas nonmakanan 116,78. Kenaikan konsumsi makanan terjadi pada komoditas bahan makanan sebesar 144,90 dan komoditas makanan jadi di restoran/rumah makan 140,37.

"Tingkat konsumsi nonmakanan juga optimis pada triwulan ini," ungkapnya.

Di mana, optimisme indeks ini disebabkan oleh optimisme pada komoditas pembentuknya seperti konsumsi untuk pakaian 141,92, konsumsi untuk transportasi 119,94, hiburan/rekreasi 126,72, pembelian pulsa 119,88, pendidikan 108,40, dan akomodasi 105,53.

"Sedangkan konsumsi berupa perawatan kesehatan dan kecantikan pesimis 95,12," tutupnya. ***

wwwwww