Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
2
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
3
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Politik
20 jam yang lalu
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
4
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
5
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
Hukum
20 jam yang lalu
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
6
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
DPR RI
20 jam yang lalu
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan
Jum'at, 30 Agustus 2019 22:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Viktus Murin menegaskan, sejauh ini Golkar menghalalkan perbedaan pendapat, bergulir secara sehat di panggung agar bisa menghasilkan sintesa baru.

Tetapi, kata Viktus, kalau keadaannya seperti sekarang ini, dimana mengelola partai seperti perusahaan, maka aspek leadershipnya diragukan.

"Kalau partai wajahnya seperti ini, tidak mungkin tidak berkorelasi dengan tipologi atau karakter leadershipnya," ujar Viktus dalam diskusi terbuka "Menggugat Pengelolaan Partai Golkar Sebagai Partai Modern" di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019).

Dia menilai bahwa kepemimpinan partai Golkar dibawah Airlangga Hartarto, tidak bisa kritis, apalagi mengkritik. "Sebagai aktivis saya bisa menilai bahwa kepemimpinan Golkar pada hari ini dibawah pak Airlangga Hartarto tidak terbiasa dalam dinamika pemikiran yang kritis," tegasnya.

Menurut Viktus, Golkar saat ini seperti sebuah kekuasaan yang dipandang sebagai sumber otoritas tertinggi dan tidak boleh diganggu. "Sebagai partai modern, seharusnya terbuka dalam dialektika kepemimpinan, sehingga partai ini bisa menjalankan demokrasi," kata dia.

Sementara itu, pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti di tempat yang sama mengatakan, ?Golkar itu partai yang usianya panjang. Yang memungkinkan partai ini 'hancur' justru dari internal sendiri. "Yang memungkinkan elektabilitas Golkar turun drastis juga karena masalah internal," kata Ray.

Untuk itu, Ray menyarankan agar partai tetap hidup atau tidak turun elektabilitasnya, maka perlu tokoh yang luar biasa.***


wwwwww