Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan
Jum'at, 30 Agustus 2019 22:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Viktus Murin menegaskan, sejauh ini Golkar menghalalkan perbedaan pendapat, bergulir secara sehat di panggung agar bisa menghasilkan sintesa baru.

Tetapi, kata Viktus, kalau keadaannya seperti sekarang ini, dimana mengelola partai seperti perusahaan, maka aspek leadershipnya diragukan.

"Kalau partai wajahnya seperti ini, tidak mungkin tidak berkorelasi dengan tipologi atau karakter leadershipnya," ujar Viktus dalam diskusi terbuka "Menggugat Pengelolaan Partai Golkar Sebagai Partai Modern" di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019).

Dia menilai bahwa kepemimpinan partai Golkar dibawah Airlangga Hartarto, tidak bisa kritis, apalagi mengkritik. "Sebagai aktivis saya bisa menilai bahwa kepemimpinan Golkar pada hari ini dibawah pak Airlangga Hartarto tidak terbiasa dalam dinamika pemikiran yang kritis," tegasnya.

Menurut Viktus, Golkar saat ini seperti sebuah kekuasaan yang dipandang sebagai sumber otoritas tertinggi dan tidak boleh diganggu. "Sebagai partai modern, seharusnya terbuka dalam dialektika kepemimpinan, sehingga partai ini bisa menjalankan demokrasi," kata dia.

Sementara itu, pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti di tempat yang sama mengatakan, ?Golkar itu partai yang usianya panjang. Yang memungkinkan partai ini 'hancur' justru dari internal sendiri. "Yang memungkinkan elektabilitas Golkar turun drastis juga karena masalah internal," kata Ray.

Untuk itu, Ray menyarankan agar partai tetap hidup atau tidak turun elektabilitasnya, maka perlu tokoh yang luar biasa.***

wwwwww