Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
9 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Dipindah ke Rutan Bareskrim, Kondisi Habib Rizieq Shihab Mengkhawatirkan
Hukum
24 jam yang lalu
Dipindah ke Rutan Bareskrim, Kondisi Habib Rizieq Shihab Mengkhawatirkan
3
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
11 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
4
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
10 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
5
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
11 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
6
Pastikan Pelayanan Prima, 70 'Mystery Shopper' Nyamar jadi Pemohon di Disdukcapil
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Pastikan Pelayanan Prima, 70 Mystery Shopper Nyamar jadi Pemohon di Disdukcapil
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan

Golkar Tidak Bisa Dikelola Seperti Perusahaan
Jum'at, 30 Agustus 2019 22:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Viktus Murin menegaskan, sejauh ini Golkar menghalalkan perbedaan pendapat, bergulir secara sehat di panggung agar bisa menghasilkan sintesa baru.

Tetapi, kata Viktus, kalau keadaannya seperti sekarang ini, dimana mengelola partai seperti perusahaan, maka aspek leadershipnya diragukan.

"Kalau partai wajahnya seperti ini, tidak mungkin tidak berkorelasi dengan tipologi atau karakter leadershipnya," ujar Viktus dalam diskusi terbuka "Menggugat Pengelolaan Partai Golkar Sebagai Partai Modern" di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019).

Dia menilai bahwa kepemimpinan partai Golkar dibawah Airlangga Hartarto, tidak bisa kritis, apalagi mengkritik. "Sebagai aktivis saya bisa menilai bahwa kepemimpinan Golkar pada hari ini dibawah pak Airlangga Hartarto tidak terbiasa dalam dinamika pemikiran yang kritis," tegasnya.

Menurut Viktus, Golkar saat ini seperti sebuah kekuasaan yang dipandang sebagai sumber otoritas tertinggi dan tidak boleh diganggu. "Sebagai partai modern, seharusnya terbuka dalam dialektika kepemimpinan, sehingga partai ini bisa menjalankan demokrasi," kata dia.

Sementara itu, pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti di tempat yang sama mengatakan, ?Golkar itu partai yang usianya panjang. Yang memungkinkan partai ini 'hancur' justru dari internal sendiri. "Yang memungkinkan elektabilitas Golkar turun drastis juga karena masalah internal," kata Ray.

Untuk itu, Ray menyarankan agar partai tetap hidup atau tidak turun elektabilitasnya, maka perlu tokoh yang luar biasa.***

wwwwww