Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Perantau Minang di Papua Diminta Tak Keluar Rumah

Perantau Minang di Papua Diminta Tak Keluar Rumah
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (Antara).
Jum'at, 30 Agustus 2019 21:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PADANG - Perantau Minang di Papua diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara hingga situasi di provinsi itu kembali kondusif. Permintaan itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Padang, Sumatera Barat, Jumat (30/8/2019).

"Tetap waspada. Usahakan menghindar dari suasana yang kurang kondusif jika perlu cari tempat pengungsian yang aman," katanya.

Informasi dari Biro Kerja sama Pembangunan dan Rantau Sumbar, kondisi warga Sumbar di Papua saat ini masih aman. Tidak ada yang terkena imbas demonstrasi yang berakhir ricuh. "Kita berharap situasi kembali kondusif hingga semua bisa beraktivitas seperti sedia kala," katanya seperti dilansir Antara.

Ia optimistis pemerintah bisa segera mencarikan solusi agar Papua bisa kembali aman sehingga tidak ada warga yang merasa cemas dan khawatir untuk bekerja.

Situasi di Papua kembali memanas sejak Kamis (29/8) hingga Jumat (30/8) dini hari. Namun saat ini sudah mulai kondusif.

Kepala Biro Kerja sama Pembangunan dan Rantau Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda didampingi Kepala Biro Humas, Jasman menyebutkan jaringan telekomunikasi ke Papua saat ini masih belum stabil, namun pihaknya terus berupaya mendapatkan informasi terkini.

"Kita juga minta masyarakat dan perantau yang ada di Papua untuk saling memantau perkembangan yang terjadi dan terus menjalin komunikasi serta berkoordinasi dengan tokoh dan perantau Minang lainnya yang ada di provinsi tersebut," katanya.

Bagi masyarakat yang mempunyai informasi terakhir tentang kondisi masyarakat Sumbar di Papua dan Papua Barat bisa menginformasikan dan berkoordinasi dengan staf Biro Kerja sama Pembangunan dan Rantau Hilma pada kontak 081266003137.

Ia juga meminta masyarakat Sumbar untuk selalu mendoakan agar Papua kembali kondusif.

Saat ini perantau Minang di Jayapura berjumlah lebih kurang tiga ribu KK yang berdomisili di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Mappi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Timika.

Sedangkan di Papua Barat diperkirakan berjumlah dua ribu KK yang berdomisili di Kota Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Bintuni. ***

wwwwww