Loading...    
           
Home > Berita > Umum

APP Sinar Mas Gandeng Komunitas Dalam dan Luar Negeri Selamatkan Hutan Riau yang Terdegradasi

APP Sinar Mas Gandeng Komunitas Dalam dan Luar Negeri Selamatkan Hutan Riau yang Terdegradasi
Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa didampingi Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba melakukan penanaman pohon.
Selasa, 03 September 2019 17:43 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK SRI INDRAPURA - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas kembali berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia, International Tropical Timber Organization (ITTO), Belantara Foundation, perwakilan bisnis dari Jepang dan Indonesia, dan masyarakat setempat untuk menanam 10.000 bibit pohon di hutan yang terdegradasi.

Kegiatan serupa sudah berlangsung selama 6 tahun dengan melakukan penanaman pohon di lokasi yang berbeda. Pada tahun keenam ini, lokasi penanaman di area seluas 20 hektar tepatnya di kawasan Dusun Segintil, Kampung Teluk Rimba, Kecamatan Koto Gasib, Siak, Riau. Ada bibit pohon lokal, yakni jelutong, dan berbagai pohon buah-buahan lokal.

Perusahaan produsen pulp dan kertas di Indonesia dan China ini sangat komitmen mendukung perlindungan dan restorasi hutan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan rekomendasi ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang, Professor Akira Miyawaki.

Pada kunjungannya ke area konservasi perusahaan tahun 2014 lalu, Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon dari berbagai spesies lokal telah ditanam di 87 hektar area konservasi.

“Restorasi dan konservasi hutan di Indonesia adalah bagian dari komitmen kami yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) kami," kata Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba.

Penanaman spesies tanaman lokal di area konservasi terdegradasi milik mitra pemasok APP Sinar Mas, kata Elim, akan membantu rehabilitasi kawasan tersebut, yang juga dikenal sebagai tempat tinggal harimau dan gajah Sumatra.

"Penanaman pohon ini berkolaborasi bersama berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri seperti lewat kegiatan penanaman pohon hari ini, kita dapat berkontribusi secara nyata terhadap Aksi Iklim, salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan oleh PBB,” ujarnya lagi.

Elim juga apresiasi dengan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan itu dan akan membantu perusahaan untuk melindungi kawasan tersebut dari perambahan ilegal loging.

"Di masa depan, masyarakat juga akan mendapat manfaat dari hutan yang telah dipulihkan melalui produk-produk non-kayu seperti getah pohon dan buah," katanya lagi.

Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa yang turun langsung dalam kegiatan penanaman 10 ribu bibit pohon itu juga menyampaikan dampak positif secara global akan dirasakan oleh masyarakat.

"Merehabilitasi dan melindungi hutan membantu perekonomian masyarakat setempat karena dapat menjaga dan menambah mata pencaharian mereka. Kegiatan ini juga membantu memerangi perubahan iklim dan merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya," kata Makoto Nikkawa.***


       
        Loading...    
           
wwwwww