Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Peristiwa
24 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
16 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
4 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
4
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
4 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
5
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
4 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Anggota DPR RI Terpilih Juga akan Diperiksa KPK Terkait Jembatan WFC Bangkinang

Anggota DPR RI Terpilih Juga akan Diperiksa KPK Terkait Jembatan WFC Bangkinang
Pintu masuk pemeriksaan yang dijaga pihak kepolisian tadi malam.
Kamis, 05 September 2019 12:44 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Anggota DPR RI terpilih asal Kampar, Riau, Ustadz Syahrul Aidi Maazat Lc. MA termasuk salah satu yang akan diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi Jembatan Waterfront City (WFC) Bangkinang.

''Saya dijadwalkan diperiksa pada hari Rabu. Tapi karena saya masih di Lemhanas, pemeriksaan saya diundur hari Sabtu,'' ujar Syahrul Aidi, Kamis (5/9/2019) pagi, melalui telepon selulernya.

Syahrul Aidi mengaku sedang berada di Jakarta dan akan pulang ke Kampar untuk menjalani pemeriksaan komisi anti rasuah di gedung serbaguna Mapolres Kampar.

Syahrul menyebut, pemeriksaan dirinya berkaitan dengan posisinya sebagai pimpinan DPRD pada priode 2009-2014. ''Saya waktu itu wakil ketua,'' ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, semula MoU proyek Jembatan Waterfront City ini ditandatangani pimpinan yang diajukan sebagai proyek multiyers pada APBD P 2013. ''Menurut Kemendagri ternyata tidak boleh pada perubahan, akhirnya batal,'' jelas Syahrul.

Hingga akhirnya, kata Syahrul, proyek jembatan WFC ini disahkan pada 2015-2016. ''Pada priode 2014-2019 saya anggota biasa,'' kata Syahrul menambahkan.

Syahrul menyebut, pemeriksaan ini hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus yang membelit ADN. ''Intinya, yang dicari siapa yang nerima uang,'' tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, yang sudah diperiksa diantaranya mantan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, mantan Wakil Ketua DPRD Kampar, Sahidin dan Safrizal Rahim yang merupakan mantan Ketua DPRD Kampar periode 2009-2014. Sementara dari Dinas PUPR Kampar terlihat Muhammad Katim, Adnan dan staf PUPR Kampar, Muhammad Rofi.

Pada kasus dugaan korupsi Jembatan WFC Bangkinang ini, KPK telah menetapkan ADN sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta. ADN merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 132 miliar ini. ***


wwwwww