Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
14 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
52 menit yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
3
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
37 menit yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
4
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
29 menit yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
5
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
Opini
47 menit yang lalu
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
6
Anis Byarwati: UMKM Terbukti Tahan Goncangan Krisisi Ekonomi
Politik
22 menit yang lalu
Anis Byarwati: UMKM Terbukti Tahan Goncangan Krisisi Ekonomi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gara-gara Proyek Jembatan WFC Bangkinang, Sejumlah Mantan Anggota DPRD Kampar Diperiksa KPK Hingga Malam

Gara-gara Proyek Jembatan WFC Bangkinang, Sejumlah Mantan Anggota DPRD Kampar Diperiksa KPK Hingga Malam
Suasana usai pemeriksaan di Gedung Serba Guna Mapolres Kampar.
Kamis, 05 September 2019 10:53 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang yang merugikan negara miliaran rupiah. Terakhir, kemaren, Rabu (4/9/3019) siang hingga malam, KPK sudah memeriksa beberapa orang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Darrah (DPRD) Kampar, Riau.

Mereka yang diperiksa, diantaranya mantan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, mantan Wakil Ketua DPRD Kampar, Sahidin dan Safrizal Rahim yang merupakan mantan Ketua DPRD Kampar periode 2009-2014. Sementara dari Dinas PUPR Kampar terlihat Muhammad Katim, Adnan dan staf PUPR Kampar, Muhammad Rofi.

Dan yang diperiksa terakhir adalah Sahidin, anggota DPRD Provinsi Riau terpilih asal Partai Amanat Nasional (PAN) yang harus menjalani pemeriksaan hingga malam hari, Rabu (4/9/2019).

Pantauan GoRiau.com di lokasi, meski masuk ke ruang pemeriksaan bersamaan dengan Ahmad Fikri, Sahidin keluar paling akhir.

Ketika diwawancara, Sahidin mengaku, dirinya diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang. ''Saya diperiksa untuk kasus Adnan,'' ucap Sahidin.

Sahidin menjelaskan, ia dicecar pertanyaan oleh penyidik KPK seputar tugas dan fungsinya di DPRD Kampar pada proses pembahasan dan pengesahaan proyek Jembatan WFC ini. ''Iya, masalah waterfront. Jembatan,'' ujar Sahidin.

Ketika ditanya, detil-detil pertanyaan yang diajukan penyidik KPK kepada dirinya, Sahidin mengaku lupa. ''Pertanyaannya banyak. Tapi lupa saya. Tentu sesuai tugas kami di dprd saja,'' tukas pria asal Tapung ini.

Tepat pada 14 Maret 2019 yang lalu, dalam kasus dugaan korupsi Jembatan WFC Bangkinang ini, KPK telah menetapkan ADN sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta. ADN merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 132 miliar ini. ***


wwwwww