Loading...    
           

Ditinggal Rekanan, Puluhan Milyar Rupiah Dana Pengerjaan Pembangunan Perawatan Jalinsum Tobasa Tenggelam Bersama Jalan yang Tak Kunjung Selesai

Ditinggal Rekanan, Puluhan Milyar Rupiah Dana Pengerjaan Pembangunan Perawatan Jalinsum Tobasa Tenggelam Bersama Jalan yang Tak Kunjung Selesai
Kamis, 05 September 2019 11:16 WIB
Penulis: Marimbun Marpaung
TOBASA-Jalan Negara Lintas Sumatera Medan - Parapat - Lumbanjulu, Porsea - Laguboti - Balige Kabupaten Toba Samosir beberapa bulan yang lalu sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri bulan Juni 2019 disepanjang ruas jalan dalam kondisi kupak kapik dengan lobang menganga bak pulau.

Di sepanjang ruas Jalan Negara Lintas Sumatera Medan - P. Siantar - Parapat - Kab.Tobasa (Lumbanjulu - Kec Bonatua Lunasi - Kec. Porsea - Mec. Laguboti dan Kec. Balige) tersebut persisnya tepat di ruas Jalan Negara Lintas Sumtera desa Jangga Dolok, desa Jangga Toruan, Lumban Rang desa Sionggang Utara Kecamatan Lumbanjulu Hingga Kecamatan Porsea, Laguboti Kabupaten Toba Samosir saat ini kondisinya sungguh memprihatinkan.

Padahal Jalan Negara Jalinsum tersebut sudah mendapatkan perbaikan dan perawatan dari APBN TA 2019 yang dimenangkan dan dikerjakan oleh rekanan Pemerintah Pusat selaku pemenang tender proyek dengan sumber Dana dari APBN TA-2019 tersebut. Informasi yang beredar dan berhasil di kutip Gosumut Dana Perawatan dan Perbaikan Jalan Negara Jalinsum mulai dari Kabupaten Dairi - Kabupaten Humbahas - Kabupaten Toba Samosir - hingga Perbatasan Parapat Kabupaten Simalungun mencapai Puluhan Milliar Rupiah.

Nampak disepanjang jalan telah ada penimbunan dan dibeberapa titik sepanjang jalinsum telah ada pengupasan jalan dengan memotong/mengupas aspal Jalinsum yang retak dengan maksud untuk di tambal aspal namun hingga September 2019 tidak diselesaikan malah ditinggalkan atau dibaikan.

Pengerjaan Perawatan Jalinsum di Kabupaten Tobasa ini menurut pantauan Gosumut telah mulai pengerjaanya pada bulan Juli 2019. Jalan berlobang disepanjang Jalinsum Kab.Tobasa saat ini telah dilaksanakan mulai dari pengupasan aspal badan Jalinsum hingga penutupan jalan berlobang yang ditimbun dengan mengunakan Sirtu (tanah bercampur Pasir dan Batu).

Ruas Jalinsum yang dikerjakan pada bulan Juli 2019 tepatnya pada bagian ruas Jalinsum yang kupak kapik dan berlobang yang sebelumnya telah sering banyak menelan korban khususnya para pengendara roda dua, di hampir sepanjang jalan yang telah di timbun dengan Sirtu sudah kembali lagi banyak yang berlobang karena tidak langsung diaspal.

Sepertinya terkesan ditinggalkan oleh pemenang tender proyek tersebut karena hingga saat ini Rabu, (4/9/2019) tak kunjung dilanjutkan pengaspalannya dan tidak diketahui alasan penyebanya kenapa tidak dilanjutkan hingga tuntas/selesai.

Beberapa pengendara Mobil pengguna ruas Jalan Negara Jalinsum mulai dari para sopir Bus AKAP Medan -Jakarta, para Sopir Truck AKAP Medan - Jakarta, sopir dan penumpang Mini Bus angkutan penumpang antar kabupaten dan Propinsi merasa terancam akan keselamatannya dan sangat mengeluhkan pelaksanaan pengerjaan perawatan jalan tersebut yang tidak diselesaikan oleh pemborong hingga tuntas.

Riden Siregar (48) sopir angkot mini bus dari Padang Sidempuan - Kodya Medan kepada Gosumut menuturkan nyawa seolah jadi tidak ada harganya, " sepertinya nyawa para pengguna Jalan Negara Lintas Sumatera ini seprtinya tidak berharga bagi pemborong jalan ini. Rasa rasanya nyawa kami seperti mainan bagi pemborong jalan ini. Dengan pembiaran jalan tidak diselesaikan pengerjaannya nampaknya oknum pemborong tersebut tidak peduli dan tidak mau tau akan keselamatan masyarakat pengguna Jalan negara ini makanya di tinggalkan atau dibiarkan begitu saja dan tidak diselesaikannya," ujarnya dengan nada kecewa.

Seorang warga Jakarta bersama dengan beberapa rombongan keluarganya yang hendak berlibur ke Parapat dan P. Samosir di Parapat mengeluhkan Jalinsum yang berlobang yang sudah di timbun dengan sirtu serta aspal Jalan yang telah di potong atau dibelah dan di kupas tidak kunjung diaspal oleh pihak pemborong sepertinya terkesan membiarkan dan tidak mau peduli akan keselamatan warga pengguna Jalan Negara Lintas Sumatera Medan - Parapat - Kab.Toba Samosir ini.padahal Pemerintah Pusat sedang menggalakan Pembangunan Destinasi Pariwista Danau Toba Go Internasional.

"Kiranya bapak Gubernur Sumut Mayjend TNI (Purn) Edi Rahmayadi bisa mendengar keluhan para warganya akan kondisi Jalan Negara Lintas Sumtera Medan - Parapat - Kab.Tobasa - Tarutung yang dikerjakan oleh pemborong saat ini belum diselesaikan dengan tuntas. Jalan berlobang yang ditimbun dengan Sirtu sebelumnya, saat ini sudah banyak kembali berlobang dan kupak kpik betikut dengan aspal Jalinsum yang dikupas tetap menganga serta tidak kunjung diaspal,"harapnya.

"Semoga melalui pemberitaan dari Gosumut.com ini bapak Menteri PUPR RI juga mendengarkannya. Kami masyarakat awam ini berharap kepada Gubsu khusisnya Menteri PUPR RI segera memberikan tindakan kepada perusahaan pemborong perawatan Jalan Negara Lintas Sumatera ini karena memperlambat pengerjaannya dan terkesan membiarkan tidak ditangani hingga tuntas,"harapnya.*


       
        Loading...    
           
wwwwww