Ketua Umum PBB Tolak Wisata Halal di Kawasan Danau Toba, Akui Gubsu Sebut Info Wisata Halal di Danau Toba Adalah Fitnah & Adu Domba

Ketua Umum PBB Tolak Wisata Halal di Kawasan Danau Toba, Akui Gubsu Sebut Info Wisata Halal di Danau Toba Adalah Fitnah & Adu Domba
Lambok F. Sihombing, S.Pd Ketua Umum Paguyuban Batak Bersatu juga Sekjend Perguruan Karate Kala Hitam Indonesia dan Martohap Silaban,SH selaku Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Paguyuban Batak Bersatu (PBB) nwrikut denga Screen Shoot jawaban Gubsu Edy Rahm
Jum'at, 06 September 2019 08:40 WIB
Penulis: Marimbun Marpaung
TOBASA-Ketua Umum Paguyuban Batak Bersatu (PBB) Lambok Sihombing bersama seluruh Anggota Panguyuban Batak Bersatu, Menolak Wisata Halal di Wilayah Kawasan Danau Toba,.

Lanjut Lambok Ketua PBB dan Sekjend Perguruan Karate Kala Hitam Indonesia ini mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Utara untuk mengkonfirmasi mengenai kebenaran Informasi Wacana menjadikan Danau Toba menjadi Wisata Halal, Gubernur Sumut mengatakan “Jangan pernah mau dihasut orang yang tidak bertanggung jawab… Fitnah & Adu Domba Perbuatan sangat Jahat… Sama sekali saya tidak pernah berfikir untuk itu, kabupaten yang mayoritas Islam saja tidak itu tidak bisa, apalagi kabupaten yg mayoritas Nasrani….”ucap Lambok Menirukan Pesan WhatsApp Gubsu yang terimanya.

Tulisan Pesan di dalam WhatsApp Gubernur Sumut Kepada Ketum Paguyuban Batak Bersatu (PBB) yang isinya mengatakan Bahwa Wacana Wisata Halal yang akan diterapkan di Kawasan Danau Toba adalah bentuk fitnah dan adu domba yang akan merusak kedamaian di Sumut.

"Melalui komunikasi langsung via sambungan selular, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga menyampaikan kepada saya agar jangan sampai masyarakat Sumatera Utara termakan Fitnah dan Adu Domba, marilah kita sama sama menjaga keamanan, kedamaian di Sumatera utara," ungkap Lambok Sihombing yang juga aktif sebagai Sekjend Karate Kala Hitam Indonesia.

"Selaku Ketua Umum Paguyuban Batak Bersatu,saya menghimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera utara dan terkhusus kepada masyarakat Batak yang ada di Perantauan mengambil peran agar saudara-saudara kita yang ada di Sumatera utara khususnya yang ada di Sekitaran Kawasan Danau Toba seperti Kab. Samosir, Kab. Tobasa, Kab. Tapanuli Urata, Kab. Humbahas, Kab. Simalungun. Kab. Dairi tidak termakan Fitnah dan Adu domba dengan Informasi Wacana Wisata Halal yang akan di terapkan di Kawasan Danau Toba.

"Untuk semua Masyarakat,khususnya Suku Batak yang ada di kawasan Danau Toba maupun di perantauan, seperti yang disampai Gubernur Sumatera utara melalui Pesan WhatsApp beliau kepada saya, marilah kita sama-sama menjadikan Sumatera Utara tetap menjadi Provinsi yang dikenal dengan kedamainnya dan provinsi yang tidak mudah terpancing oleh informasi-informasi yang bisa memecah belah," pungkas Lambok.

Kepada Gosumut, Martohap Silaban selaku Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Paguyuban Batak Bersatu (PBB) dalam tanggapannya mengenai klarifikasi Ketua Umum Paguyuban Batak Bersatu kepada Gubernur Sumatera utara melalui , Sambungan Celular juga meminta kepada seluruh masyarakat Batak baik diperautauan maupun di Sumatera Utara terkhusus masyarakat yang berada di Bonapasogit sekitaran Kawasan Danau Toba tidak terbawa suasana dengan informasi-informasi yang dapat memprovokasi.

"Marilah Kita tetap menjaga Kedamaian, Keamanan, Ketentraman, dan Kenyamanan di Sumatera Utara yang memang selama ini menjadi salah satu daerah yang sangat damai, dan terkenal dengan daerah bertoleransi tinggi,"himbaunya dalam harapannya.*


       
        Loading...    
           
wwwwww