Data KLHK: Udara Pekanbaru Sangat tidak Sehat

Data KLHK: Udara Pekanbaru Sangat tidak Sehat
Ilustrasi. (int)
Sabtu, 07 September 2019 17:09 WIB
PEKANBARU - Hari ini Sabtu (7/9/2019), udara di Kota Pekanbaru, Riau, sangat tidak sehat. Itu Berdasarkan data dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru menyentuh parameter PM10 nilai ISPU menembus angka 260.

Selain itu, udara di Rokan Hilir juga masuk kategori sangat tidak sehat. Karena nilai ISPU PM10 melonjak ke angka 226. Dan untuk di Bengkalis, Dumai, Siak, Kampar masuk kategori 'Tidak Sehat' dengan ISPU bervariatif. Sedangkan di Bengkalis, nilai ISPU mencapai 185, Dumai 138, Kampar 199 dan Siak 118.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Pekanbaru Marzuki, menjelaskan, daerah paling parah diselimuti kabut asap adalah Kota Pekanbaru. Jarak di Kota Pekanbaru hanya 1,2 km. BMKG memastikan kabut asap Pekanbaru merupakan kiriman dari Pelalawan dan Indragiri Hulu.

“Dilihat dari arah angin, kabut asap Pekanbaru kiriman dari Pelalawan, dan Indragiri Hulu. Kalau untuk jarak pandang di Pelalawan 2 km, dan Inhu 4 km," kata Marzuki.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger mengatakan, kabut asap itu ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Riau.

Kebakaran lahan paling parah dan terluas terjadi di Indragiri Hulu tepatnya di kaki bukit Tiga Puluh, Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu 30 ha dan Desa Petalongan, Kecamatan Pasir Penyu seluas 5 ha.

“Kebakaran lahan di Inhu Jumat kemarin total 30 ha, Kepulauan Meranti 32 ha, Indragiri Hilir 21,5 ha, Pelalawan 8 ha, Rokan Hilir 6 ha, dan Dumai 1 ha,” kata Edwar, Sabtu. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Riau, Umum, Peristiwa

GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Mahathir: Anda Bisa Salahkan Indonesia tapi Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap akan Terjadi
GoNews Sejak Awal Tahun 2019 Polda Riau Tetapkan 64 Orang Tersangka Karhutla, Baru Satu yang P21
wwwwww