Loading...    
           
Home > Berita > Umum

Ada 201 Titik Api di Riau Hari Ini, BNPB Bantah Kabut Asap Sampai ke Malaysia dan Singapura

Ada 201 Titik Api di Riau Hari Ini, BNPB Bantah Kabut Asap Sampai ke Malaysia dan Singapura
Ilustrasi kebakaran Lahan. (Istimewa)
Minggu, 08 September 2019 16:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), membantah jika kabut asap di sejumlah wilayah termasuk di Riau, sudah sampai ke Malaysia dan Singapura.

Bahkan, menurut data BMKG pukul 10.00 WIB terdeteksi ada transboundary haze, sedangkan pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB tidak terdeteksi lagi.

Demikian diungkapkan Plt. Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, Minggu (8/9/2019) siang di Jakarta.

"Terlihat juga bahwa banyak hotspot karhutla terdapat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat maupun di wilayah Serawak-Malaysia, sehingga transboundary haze itu kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla di kedua wilayah tersebut," ujarnya.

Sedangkan di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia kata Agus, tidak terdeteksi asap lintas batas atau transboundary haze dari Sumatera.

"Pantauan hotspot/ titik api kategori sedang dan tinggi pada 7 September 2019 pukul 07.00 WIB di 6 provinsi prioritas adalah Riau 201 titik, Jambi 84 titik, Sumatera Selatan 126 titik, Kalimantan Barat 660 titik, Kalimantan Tengah 482 titik dan Kalimantan Selatan 46 titik," tegasnya.

Sedangkan pantauan hotspot oleh LAPAN pada 8 September 2019 pukul 07.00 WIB, adalah Riau 85 titik, Jambi 127 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kalimantan Barat 782 titik, Kalimantan Tengah 544 titik dan Kalimantan Selatan 66 titik.

"BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia," urainya.

Untuk 6 Provinsi prioritas, BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi, dan pemadaman darat, juga dikerahkan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli.

"Di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca / hujan buatan," pungkasnya.***




       
        Loading...    
           
wwwwww